Gokil! Jualan Aset Kripto di RI Lebih Untung Ketimbang China
Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:35 WIB
loading...
Indonesia dinilai sebagai negara dengan pasar cryptocurrency yang lebih potensial ketimbang China. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Sistem keuangan finansial terdesentralisasi atau decentralized finance/DeFi saat ini sedang digandrungi oleh pegiat blockchain di seluruh dunia. Satu lagi, aset kripto baru yang bergerak di DeFi masuk ke Indonesia ialah aset kripto Link Eye (LET) listing di Indodax pada Oktober ini. COO LET Hordi Vitalii mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang potensial di bidang cryptocurrency atau aset kripto. Menurutnya, Indonesia adalah negara dengan pasar cryptocurrency yang lebih berpotensi melebihi China.
"LET akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan pijakan di pasar dan akan secara proaktif melakukan aktivitas pemasaran di pasar. LET ingin mendapatkan perhatian yang lebih besar di masyarakat Indonesia dan berharap bisa membangun komunitas yang kuat di Indonesia," katanya, di Jakarta, Selasa (28/10/2020).
Baca Juga: Diterima PayPal, Harga Bitcoin Ugal-ugalan
Vitalii mengatakan, tercatatnya LET di bursa Indodax menandai langkah pertamanya memasuki pasar Asia dan ekspansi global. LET juga meyakini reputasinya akan meningkat setelah masuk ke Indodax. "Pencantuman LinkEye di Indodax pasti akan menjadi acara yang menarik dan dapat meningkatkan reputasi LinkEye di pasar global," sebutnya.
Vitalii menjelaskan, LET didirikan pada 2017 di mana tim dari Link Eye dilatarbelakangi tim yang merupakan orang-orang yang kuat di bidang finansial dan blockchain. LinkEye telah berkomitmen untuk mengeksplorasi data kredit aset digital, dan diharapkan dapat memberi pengguna pinjaman aset digital terdesentralisasi.
LinkEye yang berfokus pada data kredit terdesentralisasi dimana layanan oracle-nya juga dapat memberikan data kredit yang akurat untuk produk DeFi, dan juga berkontribusi pada operasi keamanan produk DeFi. "Melalui teknologi blockchain dan kontrak pintar, kami ingin menjamin kecerdasan, keamanan, dan kenyamanan aset on-chain pengguna serta menciptakan ekosistem DeFi yang kuat dan beragam," jelasnya.
Sementara itu, CEO Indodax Oscar Darmawan saat dimintai keterangannya mengatakan bahwa Indonesia adalah pasar potensial pengembangan blockchain dan aset kripto. Tidak heran jika banyak para developer kripto dari seluruh dunia masuk ke Indonesia.
"LET akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan pijakan di pasar dan akan secara proaktif melakukan aktivitas pemasaran di pasar. LET ingin mendapatkan perhatian yang lebih besar di masyarakat Indonesia dan berharap bisa membangun komunitas yang kuat di Indonesia," katanya, di Jakarta, Selasa (28/10/2020).
Baca Juga: Diterima PayPal, Harga Bitcoin Ugal-ugalan
Vitalii mengatakan, tercatatnya LET di bursa Indodax menandai langkah pertamanya memasuki pasar Asia dan ekspansi global. LET juga meyakini reputasinya akan meningkat setelah masuk ke Indodax. "Pencantuman LinkEye di Indodax pasti akan menjadi acara yang menarik dan dapat meningkatkan reputasi LinkEye di pasar global," sebutnya.
Vitalii menjelaskan, LET didirikan pada 2017 di mana tim dari Link Eye dilatarbelakangi tim yang merupakan orang-orang yang kuat di bidang finansial dan blockchain. LinkEye telah berkomitmen untuk mengeksplorasi data kredit aset digital, dan diharapkan dapat memberi pengguna pinjaman aset digital terdesentralisasi.
LinkEye yang berfokus pada data kredit terdesentralisasi dimana layanan oracle-nya juga dapat memberikan data kredit yang akurat untuk produk DeFi, dan juga berkontribusi pada operasi keamanan produk DeFi. "Melalui teknologi blockchain dan kontrak pintar, kami ingin menjamin kecerdasan, keamanan, dan kenyamanan aset on-chain pengguna serta menciptakan ekosistem DeFi yang kuat dan beragam," jelasnya.
Sementara itu, CEO Indodax Oscar Darmawan saat dimintai keterangannya mengatakan bahwa Indonesia adalah pasar potensial pengembangan blockchain dan aset kripto. Tidak heran jika banyak para developer kripto dari seluruh dunia masuk ke Indonesia.
Lihat Juga :