Apindo Ngeluh, Belum Ada Blue Print Jelas dalam Transisi EBT

Selasa, 27 Oktober 2020 - 15:04 WIB
loading...
Apindo Ngeluh, Belum...
Transisi dari energi fosil ke energi baru terbarukan perlu disertai rencana yang jelas agar tidak mengorbankan pelaku bisnis di energi fosil. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah tengah berupaya meningkatkan pengembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air. Tujuannya, sebagai energi alternatif atau untuk pengganti energi fosil yang kian lama kian menipis.

Ketua bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sammy Hamzah mengatakan, transformasi energi fosil ke EBT pasti akan terjadi. Namun sayangnya, kata dia, pemerintah belum mempunyai rencana yang jelas dalam transisi energi tersebut.

(Baca Juga: Cadangan Energi Fosil Kian Tipis, Beralih ke EBT Jadi Mutlak)

"Sepertinya belum ada blue print yang jelas terhadap transisi dari EBT ini," katanya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (27/10/2020).

Ia menjelaskan, transisi ini sangat penting agar tidak mengorbankan para pelaku bisnis yang bergerak di energi fosil. Sebab, industri energi fosil banyak mempekerjakan tenaga kerja.

"Tentu ini harus diakomodasi, para pelaku bisnis energi fosil juga akan bertransformasi begitu pula dengan pekerjanya, ini harus dipikirkan," jelasnya.

(Infografis: Energi Bersih Hadirkan Kehidupan Dunia Lebih Ramah Lingkungan)

Selain itu, lanjut Sammy, pemerintah juga harus memikirkan pergantian pendapatan negara. Sebab, energi fosil baik minyak dan batu bara cukup berkontribusi besar dalam pendapatan negara. "Jangan sampai transisi yang tidak berjalan dengan baik bisa dapat mendistorsi ekonomi secara keseluruhan," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa penggunaan energi fosil yang semakin besar membuat cadangan sumber energi ini kian tipis. Karena itu, peralihan penggunaan energi fosil menuju EBT merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan.

Tanpa penemuan cadangan yang baru, kata Arifin, minyak bumi di Indonesia akan habis dalam sembilan tahun ke depan, gas bumi akan habis 22 tahun lagi, dan batu bara akan habis 65 tahun mendatang.

(Baca Juga: Berat, Target Pemenuhan Bauran EBT Sebesar 23% di 2025)

Pemerintah pun terus mendorong penggunaan EBT untuk memastikan ketersediaan energi di masa mendatang. Oleh karena itu, pada 2025 pemerintah menargetkan bauran energi baru dan terbarukan mencapai 23%.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Ekspor Sawit hingga...
Ekspor Sawit hingga Batu Bara Harus Lewat BUMN, Prabowo Ingin Selamatkan Rp2.653 Triliun per Tahun
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Berita Terkini
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved