Food Estate Diutamakan di Lahan Mineral
Selasa, 27 Oktober 2020 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
“Seolah-olah food estate hanya di lahan gambut. Padahal tidak, justru lebih banyak yang di lahan mineral,” kata Supiandi.
(Baca Juga: Mentan YSL: Petani Jangan Lagi Jual Gabah, Tapi Beras )
HGI memberi sejumlah catatan terkait pengembangan food estate. Di antaranya, harus dilakukan secara partisipatif. Bila harus ada ekstensifikasi lahan, maka harus diarahkan ada hutan terdegradasi dan telantar dengan azas kehati-hatian. Selain itu perlu untuk melibatkan secara formal perguruan tinggi sebagai pendamping.
Direktur Pengendalian Kerusakan Gambut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sri PM Budisusanti menyatakan pengembangan food estate tidak berarti hanya padi saja. Berdasarkan undang-undang, pangan terdiri dari berbagai komoditas termasuk hortikultura dan hasil peternakan yang bisa diproduksi di lahan gambut.
Menurut Budisusanti, pengembangan food estate di lahan gambut mengedepankan pemulihan eksositem gambut dengan konsep pembasahan gambut, rehabilitasi dan revegetasi, dan penguatan SDM.
(Baca Juga: Mentan YSL: Petani Jangan Lagi Jual Gabah, Tapi Beras )
HGI memberi sejumlah catatan terkait pengembangan food estate. Di antaranya, harus dilakukan secara partisipatif. Bila harus ada ekstensifikasi lahan, maka harus diarahkan ada hutan terdegradasi dan telantar dengan azas kehati-hatian. Selain itu perlu untuk melibatkan secara formal perguruan tinggi sebagai pendamping.
Direktur Pengendalian Kerusakan Gambut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sri PM Budisusanti menyatakan pengembangan food estate tidak berarti hanya padi saja. Berdasarkan undang-undang, pangan terdiri dari berbagai komoditas termasuk hortikultura dan hasil peternakan yang bisa diproduksi di lahan gambut.
Menurut Budisusanti, pengembangan food estate di lahan gambut mengedepankan pemulihan eksositem gambut dengan konsep pembasahan gambut, rehabilitasi dan revegetasi, dan penguatan SDM.
(akr)
Lihat Juga :