Penyaluran Kredit BNI Naik Rp558,7 Triliun
Rabu, 28 Oktober 2020 - 08:35 WIB
loading...
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat penyaluran kredit mencapai Rp582,4 triliun pada kuartal III/2020. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat penyaluran kredit mencapai Rp582,4 triliun pada kuartal III/2020. Jumlah tersebut tumbuh 4,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp558,7 triliun.
“Dalam penyaluran kredit ini, manajemen lebih berfokus pada perbaikan kualitas aset, salah satunya dengan cara melakukan assessment secara komprehensif dan intens untuk memantau debitur-debitur mengingat kondisi ekonomi yang menantang di tengah pandemi ini,” ujar Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies, di Jakarta, kemarin. (Baca: Berdoa Keburukan untuk Orang yang Menzalimi)
Meski kredit naik tipis, pendapatan bunga bersih BNI pada kuartal III/2020 turun 0,8%. Namun, penurunan tersebut dapat diimbangi dengan upaya penurunan beban bunga yang signifikan sebesar 8% sehingga NIM pada akhir September 2020 mencapai 4,3%."Sementara itu, dari sisi pendapatan nonbunga (Fee Based Income), BNI mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,2% yoy, membaik dibandingkan kuartal kedua yang lalu yang tumbuh 3,2%," jelas dia.
Corina mengungkapkan, akibat imbas pandemi Covid-19 membuat laba bersih BNI turun 63,9% menjadi Rp4,32 pada kuartal III/2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,97 triliun. Penurunan laba bersih diakibatkan perseroan melakukan pencadangan yang cukup besar.
"Penurunan merupakan bagian dari upaya BNI untuk memperkuat fundamental keuangan bank dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa mendatang, yaitu dengan melakukan pembentukan pencadangan yang lebih konservatif," kata Corina. (Baca juga: DPR Dorong Pengembangan Pendidikan Indonesia Timur)
“Dalam penyaluran kredit ini, manajemen lebih berfokus pada perbaikan kualitas aset, salah satunya dengan cara melakukan assessment secara komprehensif dan intens untuk memantau debitur-debitur mengingat kondisi ekonomi yang menantang di tengah pandemi ini,” ujar Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies, di Jakarta, kemarin. (Baca: Berdoa Keburukan untuk Orang yang Menzalimi)
Meski kredit naik tipis, pendapatan bunga bersih BNI pada kuartal III/2020 turun 0,8%. Namun, penurunan tersebut dapat diimbangi dengan upaya penurunan beban bunga yang signifikan sebesar 8% sehingga NIM pada akhir September 2020 mencapai 4,3%."Sementara itu, dari sisi pendapatan nonbunga (Fee Based Income), BNI mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,2% yoy, membaik dibandingkan kuartal kedua yang lalu yang tumbuh 3,2%," jelas dia.
Corina mengungkapkan, akibat imbas pandemi Covid-19 membuat laba bersih BNI turun 63,9% menjadi Rp4,32 pada kuartal III/2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,97 triliun. Penurunan laba bersih diakibatkan perseroan melakukan pencadangan yang cukup besar.
"Penurunan merupakan bagian dari upaya BNI untuk memperkuat fundamental keuangan bank dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa mendatang, yaitu dengan melakukan pembentukan pencadangan yang lebih konservatif," kata Corina. (Baca juga: DPR Dorong Pengembangan Pendidikan Indonesia Timur)
Lihat Juga :