Penyaluran Kredit BNI Naik Rp558,7 Triliun
Rabu, 28 Oktober 2020 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, Cadangan Kerugian Penurunan Nilai/CKPN BNI pada kuartal III/2020 berada pada level 206,9%, lebih besar dibandingkan kuartal III/2019 yang sebesar 159,2%. Adapun hingga akhir September 2020, total aset BNI tumbuh 12,5% yoy. "Terutama dikontribusi oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 21,4% yoy dari Rp580,9 triliun pada kuartal III 2019 menjadi Rp705,1 triliun pada kuartal III 2020," ucap Corina.
Upaya menghimpun DPK dilakukan dengan menjadikan dana murah (CASA) sebagai prioritas utama yang dimaksudkan untuk dapat terus menekan cost of fund. "Saat ini CASA BNI berada pada level 65,4% dengan cost of fund 2,86%, atau membaik 30 bps dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 3,24%," jelasnya.
Corina pun menuturkan hingga September 2020, BNI telah menyalurkan restrukturisasi kredit sebesar Rp122 triliun atau 22,2% dari total pinjaman yang diberikan kepada 170.591 debitur. Mayoritas adalah debitur sektor perdagangan, restoran, dan hotel, sektor jasa usaha, serta manufaktur.
Dia mengatakan, pemberian restrukturisasi kredit dan tambahan modal kerja ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan bisnis debitur di tengah krisis akibat pandemi Covid-19. "Harapannya, saat Covid-19 dapat ditanggulangi, bisnis debitur dapat kembali ke arah yang lebih baik," tandas dia. (Baca juga: Air Kelapa Bisa Cegah Keparahan Covid-19)
Dia menuturkan, kebutuhan layanan perbankan digital semakin meningkat selama masa pandemi ini, antara lain, BNI Mobile Banking yang menjadi salah satu preferensi utama bagi nasabah untuk bertransaksi. Hingga September 2020, volume transaksi melalui BNI Mobile Banking tumbuh 80,4% yoy. Adapun jumlah transaksi meningkat dari 142 juta pada kuartal III/2019 menjadi 211 juta transaksi pada kuartal III/2020 atau meningkat 48,1%.
Upaya menghimpun DPK dilakukan dengan menjadikan dana murah (CASA) sebagai prioritas utama yang dimaksudkan untuk dapat terus menekan cost of fund. "Saat ini CASA BNI berada pada level 65,4% dengan cost of fund 2,86%, atau membaik 30 bps dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 3,24%," jelasnya.
Corina pun menuturkan hingga September 2020, BNI telah menyalurkan restrukturisasi kredit sebesar Rp122 triliun atau 22,2% dari total pinjaman yang diberikan kepada 170.591 debitur. Mayoritas adalah debitur sektor perdagangan, restoran, dan hotel, sektor jasa usaha, serta manufaktur.
Dia mengatakan, pemberian restrukturisasi kredit dan tambahan modal kerja ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan bisnis debitur di tengah krisis akibat pandemi Covid-19. "Harapannya, saat Covid-19 dapat ditanggulangi, bisnis debitur dapat kembali ke arah yang lebih baik," tandas dia. (Baca juga: Air Kelapa Bisa Cegah Keparahan Covid-19)
Dia menuturkan, kebutuhan layanan perbankan digital semakin meningkat selama masa pandemi ini, antara lain, BNI Mobile Banking yang menjadi salah satu preferensi utama bagi nasabah untuk bertransaksi. Hingga September 2020, volume transaksi melalui BNI Mobile Banking tumbuh 80,4% yoy. Adapun jumlah transaksi meningkat dari 142 juta pada kuartal III/2019 menjadi 211 juta transaksi pada kuartal III/2020 atau meningkat 48,1%.
Lihat Juga :