Food Estate Humabahas Berbasis Hortikultura
Rabu, 28 Oktober 2020 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
Presiden mengatakan, dalam proyek pengembangan Food Estate Humbahas Berbasis Hortikultura lumbung pangan baru, baik di Kalteng maupun di Sumut akan diterapkan proses bisnis terintegrasi. Dari dua food estateini, kata Presiden, nanti akan menjadi contoh bagi pengembangan lumbung pangan serupa di provinsi-provinsi lain. (Baca juga: DPR Dorong Pengembangan Pendidikan Indonesia Timur)
Di kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kunjungan Presiden Jokowi bertujuan untuk melihat kesiapan food estate yang dicanangkan di Sumut. Tahun ini target pembangunan kawasan food estate Humbahas seluas 1.000 ha terdiri atas 215 ha menggunakan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan), sedangkan yang 785 ha akan dikelola swasta.
“Lahan-lahan itu akan menjadi bagian dari contoh dari koperasi pertanian dari hulu kehilir dari budi daya pasca panen, kemudian diindustrikan. Ada tiga komoditas utama yang Bapak Presiden perintahkan kepada kami untuk diujicobakan di sini,” ucap Syahrul.
Mentan menambahkan, pengembangan kawasan food estate tersebut merupakan kolaborasi antara kementerian/lembaga dengan pemerintah setempat. “Tentu saja bersama Bapak Gubernur Sumut dan kementerian lainnya. Ada Kementerian LHK, Kemenko, BPN, Kementerian Pertanian, dan lainnya,“ katanya. (Baca juga: Air Kelapa Bisa Cegah Keparahan Covid-19)
Konsep food estate hortikultura bertujuan untuk membangun kawasan hortikultura terpadu yang berdayasaing, ramah lingkungan, dan modern. Di sini akan dibuat sinergi antar stake holders serta mendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi.
Di kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kunjungan Presiden Jokowi bertujuan untuk melihat kesiapan food estate yang dicanangkan di Sumut. Tahun ini target pembangunan kawasan food estate Humbahas seluas 1.000 ha terdiri atas 215 ha menggunakan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan), sedangkan yang 785 ha akan dikelola swasta.
“Lahan-lahan itu akan menjadi bagian dari contoh dari koperasi pertanian dari hulu kehilir dari budi daya pasca panen, kemudian diindustrikan. Ada tiga komoditas utama yang Bapak Presiden perintahkan kepada kami untuk diujicobakan di sini,” ucap Syahrul.
Mentan menambahkan, pengembangan kawasan food estate tersebut merupakan kolaborasi antara kementerian/lembaga dengan pemerintah setempat. “Tentu saja bersama Bapak Gubernur Sumut dan kementerian lainnya. Ada Kementerian LHK, Kemenko, BPN, Kementerian Pertanian, dan lainnya,“ katanya. (Baca juga: Air Kelapa Bisa Cegah Keparahan Covid-19)
Konsep food estate hortikultura bertujuan untuk membangun kawasan hortikultura terpadu yang berdayasaing, ramah lingkungan, dan modern. Di sini akan dibuat sinergi antar stake holders serta mendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi.
Lihat Juga :