BPH Migas Menakar Kenapa Harga BBM Belum Juga Turun

Jum'at, 08 Mei 2020 - 13:49 WIB
loading...
BPH Migas Menakar Kenapa...
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berkeinginan supaya harga bahan bakar minyak (BBM) turun seiring anjloknya harga minyak dunia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berkeinginan supaya harga bahan bakar minyak (BBM) turun seiring anjloknya harga minyak dunia. Namun lembaga tersebut tidak mempunyai kewenangan untuk memutuskan karena penyesuaian harga BBM ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

"BPH Migas tidak dalam tupoksi untuk menetapkan harga BBM, tapi lebih kepada menjamin ketersediaan volume. Kalau maunya BPH Migas sesuai keadilan sosial saat harga minyak dunia turun, harga BBM seharusnya diturunkan juga," ujar Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa saat acara webminar bertajuk Dampak PSBB Terhadap Sektor BBM di Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Menurut dia keputusan penyesuaian harga BBM telah ditetapkan mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No.62K/MEM/2020 yakni penyesuaian harga BBM diatur berdasarkan parameter formula harga pada dua bulan sebelumnya. Adapun paramater harga BBM terdiri dari rata-rata harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP), Mean Of Pleats Singapore (MOPS) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ia pun menyadari bahwa jika mengacu pada rata-rata parameter formula harga di dua bulan sebelumnya, maka seharusnya pada bulan Mei 2020 ini pemerintah mulai menurunkan harga BBM. Namun pada kenyataannya sampai bulan ini Kementerian ESDM belum mulai menurunkan harga BBM.

"Mungkin di satu sisi memperhitungkan aspek ekonomi, aspek politik dan pertahanan dan keamanan," ujarnya.

Disamping itu, kemungkinan pertimbangan lain terkait dilema yang dihadapi oleh PT Pertamina (Persero) karena penjualan secara nasional turun lebih dari 30%. Sementara Pertamina memiliki porsi kewajiban penyaluran BBM mencapai 75% dibandingkan badan usaha lain yang telah ditunjuk oleh BPH Migas.

"Sementara kalau impor barangnya mau ditaruh dimana, depo penyimpanan BBM sudah penuh semua karena demandnya turun signifikan," kata dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Harga BBM di India Melonjak...
Harga BBM di India Melonjak Tajam, Naik Tiga Kali dalam Delapan Hari
Bahlil Jamin Tak Ada...
Bahlil Jamin Tak Ada Kenaikan Harga BBM
Negara Ini Mulai Rusuh...
Negara Ini Mulai Rusuh Tercekik Harga BBM, Ekonomi Terancam Lumpuh
Tekor Rp1,8 Triliun...
Tekor Rp1,8 Triliun per Hari, India Akhirnya Naikkan Harga BBM Pertama sejak 2022
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Warga Beralih ke Pertalite
Temui Konstituen, Misbakhun...
Temui Konstituen, Misbakhun Beber Upaya Prabowo dan Bahlil Pertahankan BBM Bersubsidi
Rekomendasi
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Masih Dibuka hingga 11 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved