Tumbuh Pesat, Nilai Pembiayaan Resi Gudang Kopi Capai Rp19,5 Miliar
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 11:31 WIB
loading...
KBI melaporkan pertumbuhan resi gudang kopi tumbuh signifikan. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) melaporkan pertumbuhan Resi Gudang Kopi sampai dengan kuartal III 2020. Berdasarkan data dari BUMN yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang ini menyebutkan, di tahun 2020 pemanfaatan resi gudang kopi mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.
Untuk periode sampai dengan kuartal III 2020, terjadi pertumbuhan volume sebesar 215% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019, yaitu dari 160.000 kilogram (kg) sampai dengan kuartal III 2019 menjadi 503.480 kg di kuartal III 2020. Dari sisi nilai pembiayaan, sampai dengan kuartal III 2020 juga terjadi pertumbuhan yang signifikan yaitu sebesar 134 %. Nilai pembiayaan Resi Gudang Kopi sampai dengan kuartal III 2020 sebesar Rp19,5 miliar meningkat dari Rp 8,3 miliar dalam periode yang sama di tahun 2019. Sedangkan dari sisi jumlah resi gudang yang diterbitkan, sampai dengan kuartal III 2020 telah diterbitkan resi gudang sebanyak 26 meningkat 225 % dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 dengan jumlah penerbitan sebanyak 8 resi gudang.
"Pertumbuhan resi gudang kopi sampai dengan Kuartal III 2020 ini membuktikan bahwa Resi Gudang makin dimimati oleh para pemilik komoditas. Ini tentu sejalan dengan apa yang menjadi harapan pemerintah, di mana para pemilik komoditas diharapkan memanfaatkan Resi Gudang sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas harga. Karena kita lihat, dampak dari pandemi covid-19 cukup memberikan pengaruh terhadap harga komoditas kopi," ujar Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi melalui keterangan resminya, Jumat (30/10/2020).
Baca Juga: Lewat KBI, Registrasi Resi Gudang Kini Makin Mudah
Sebelumnya, Kementerian Pertanian menyebutkan terjadinya penurunan harga biji kopi selama tahun 2020, dari Rp68.000 menjadi Rp26.000. Kapasitas produksi juga mengalami penurunan sekitar 35% dibandingkan produksi kopi nasional di tahun 2019 yang sebesar 760.963 ton.
Untuk periode sampai dengan kuartal III 2020, terjadi pertumbuhan volume sebesar 215% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019, yaitu dari 160.000 kilogram (kg) sampai dengan kuartal III 2019 menjadi 503.480 kg di kuartal III 2020. Dari sisi nilai pembiayaan, sampai dengan kuartal III 2020 juga terjadi pertumbuhan yang signifikan yaitu sebesar 134 %. Nilai pembiayaan Resi Gudang Kopi sampai dengan kuartal III 2020 sebesar Rp19,5 miliar meningkat dari Rp 8,3 miliar dalam periode yang sama di tahun 2019. Sedangkan dari sisi jumlah resi gudang yang diterbitkan, sampai dengan kuartal III 2020 telah diterbitkan resi gudang sebanyak 26 meningkat 225 % dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 dengan jumlah penerbitan sebanyak 8 resi gudang.
"Pertumbuhan resi gudang kopi sampai dengan Kuartal III 2020 ini membuktikan bahwa Resi Gudang makin dimimati oleh para pemilik komoditas. Ini tentu sejalan dengan apa yang menjadi harapan pemerintah, di mana para pemilik komoditas diharapkan memanfaatkan Resi Gudang sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas harga. Karena kita lihat, dampak dari pandemi covid-19 cukup memberikan pengaruh terhadap harga komoditas kopi," ujar Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi melalui keterangan resminya, Jumat (30/10/2020).
Baca Juga: Lewat KBI, Registrasi Resi Gudang Kini Makin Mudah
Sebelumnya, Kementerian Pertanian menyebutkan terjadinya penurunan harga biji kopi selama tahun 2020, dari Rp68.000 menjadi Rp26.000. Kapasitas produksi juga mengalami penurunan sekitar 35% dibandingkan produksi kopi nasional di tahun 2019 yang sebesar 760.963 ton.
Lihat Juga :