Indonesia Masih Nego Tarif Trump, Minta Komoditas Kopi hingga Nikel Bebas Tarif ke AS

Jum'at, 08 Agustus 2025 - 13:17 WIB
loading...
Indonesia Masih Nego...
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengatakan saat ini Pemerintah tengah melakukan negosiasi lanjutan terkait implementasi tarif resiprokal Trump yang ditetapkan 19%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo ), Shinta Kamdani mengatakan, hingga saat ini Pemerintah tengah melakukan negosiasi lanjutan terkait implementasi tarif resiprokal Trump yang ditetapkan 19%.Meski rencananya tarif tersebut akan berlaku mulai awal Agustus ini, Shinta mengaku beberapa komoditas seperti kopi, mineral kritis seperti nikel, dan komoditas yang tidak diproduksi di AS lainnya, tengah diajukan agar bebas tarif menjadi 0%.

"Pemerintah masih mengupayakan apakah ada komoditas tertentu yang mungkin kita masih mendapatkan penurunan lagi tarif tersebut. Malahan mungkin bisa sampai 0 persen, untuk mineral kritis, kopi, atau komoditas lain yang tidak diproduksi Amerika," ujarnya saat ditemui di Lanud Halim, Jumat (8/8/2025).

Baca Juga: Prabowo: Kita Hadapi Tarif AS dengan Tenang, Tidak Emosional

Shinta menilai, saat ini masih ada kesempatan untuk Indonesia melakukan negosiasi kembali dengan Amerika terkait penetapan tarif. Mungkin angka yang dikenakan 19% saat ini tidak berubah, namun aturan turunan untuk pengecualian beberapa produk masih punya peluang didiskusikan.

"Jadi itu masih ada upaya untuk mendapatkan penurunan, lebih banyak dari segi tarif. Jadi memang masih berjalan, saat ini yang dikenakan yang jelas adalah barang yang kena MFN (tarif bea masuk), itu 19 persen," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Surabaya Jadi Kota Pertama...
Surabaya Jadi Kota Pertama Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Pengalaman Interaktif bagi Pengunjung
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Kisah Unik Syifa Hadju,...
Kisah Unik Syifa Hadju, Afgan, Sheila Dara, dan Baskara di Balik Secangkir Kopi
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Tren Kedai Kopi dan...
Tren Kedai Kopi dan Makanan Melonjak, Dorong Transformasi Industri F&B
Rekomendasi
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
Kemendikdasmen Terbitkan...
Kemendikdasmen Terbitkan SE Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
Berita Terkini
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
Kilau Emas Antam Meredup,...
Kilau Emas Antam Meredup, Hari Ini Turun Lagi Rp20.000 per Gram
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
Dibuka Menguat 0,33%,...
Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved