Libur Panjang, Jumlah Penumpang Bus Meningkat hingga 60%

loading...
Libur Panjang, Jumlah Penumpang Bus Meningkat hingga 60%
Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan mencatat kenaikan jumlah penumpang busrata-rata 20% hingga 60% di sejumlah terminal. Kepala BPTJ Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan, kenaikan jumlah penumpang terjadi sejak tanggal 22 Oktober hingga 28 Oktober 2020. (Baca juga:Prima Jasa: Kalau Penumpang Lebih 50%, Bus Nggak Akan Jalan)

Di Terminal Pondok Cabe, Tangerang Selatan, tercatat kenaikan sebesar 23%, Terminal Jatijajar (Depok) sebesar 38% dan Terminal Poris Plawad (Tangerang) sebesar 62%. Sedangkan di Terminal Baranangsiang Bogor tidak terjadi peningkatan jumlah penumpang, bahkan jumlah penumpang masih lebih kecil dibanding pekan sebelumnya, yang rata-rata melayani penumpang sebanyak 182 orang.

“Data yang diperoleh dari tanggal 22 hingga 28 Oktober 2020 menyebutkan bahwa rata-rata setiap hari Terminal Baranangsiang Bogor tercatat melayani keberangkatan penumpang antarkota antar provinsi (AKAP) sebanyak 134 orang,” kata Polana di Jakarta, Jumat (30/10/2020).





Mengingat terjadi peningkatan pengguna layanan pada sejumlah terminal, Kepala BPTJ menghimbau masyarakat untuk dapat melakukan perjalanan kembali atau perjalanan balik lebih awal. Dia juga menegaskan penerapan protokol tetap berjalan secara konsisten di tengah pandemi Covid-19. “Kami juga mengimbau masyarakat tidak bertumpu pada satu waktu atau pada satu hari tertentu saat kembali seusai libur panjang ini,” kata Polana. (Baca juga:Berkurang 596, Jumlah Suspek COVID-19 di Indonesia 68.292 Orang)

Menurut Polana, pilihan itu diperlukan untuk menghindari terjadinya potensi penumpukan penumpang pada saat arus balik nanti. Dengan melakukan perjalanan kembali lebih awal, Polana berpendapat masyarakat akan dapat memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat sebelum nantinya kembali beraktivitas rutin sehari-hari. “Kita semua berharap libur panjang ini tidak turut serta membuat daftar kasus positif covid-19 bertambah panjang,” tutup Polana.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top