Industri Multifinance Optimistis Ekonomi Mulai Bangkit di 2021
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 14:04 WIB
loading...
Industri multifinance optimistis ekonomi membaik tahun depan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 seperti diketahui bersama telah merestrukturisasi semua elemen perekonomian di dunia, termasuk juga juga di Indonesia. Dengan berubahnya kondisi dan kegiatan masyarakat seiring dengan adanya pandemi, berbagai sektor industri yang menjadi penopang kinerja perekonomian nasional mau tidak mau juga terkena imbasnya.
Industri Jasa Keuangan (IJK) sebagai backbone aktivitas perekonomian domestik sejauh ini juga terus mengalami tekanan, sehingga menuntut para pelaku industrinya untuk dapat tetap bertahan dengan beragam dan strategi dan inovasinya. Tak terkecuali di industri multifinance. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa di tengah berbagai tekanan yang datang, kinerja industri multifinance dalam negeri masih mampu bertahan di nilai mencapai Rp518 triliun, atau membukukan pertumbuhan hamper 3% dibanding tahun sebelumnya.
"Ini jelas prestasi yang patut diapresiasi, meski juga kita tahu tantangan ke depan masih demikian berat. Kita berharap pada triwulan kedua tahun depan perekonomian sudah bisa tumbuh kembali sekitar 4,5%. Dari sini, kita semua juga butuh dukungan dari berbagai sektor industri, termasuk dari industri multifinance sebagai bounceback agar perekonomian bisa membaik kembali," ujar Komisaris Utama sekaligus founder Warta Ekonomi, Fadel Muhammad, dalam sambutannya saat membuka Indonesia Best Multifinance Award 2020, Jumat (30/10/2020).
Baca Juga: Ikut Bangkitkan Ekonomi, Mendag Dorong Bisnis MLM
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, juga menyatakan optimismenya terhadap potensi dan kemampuan industri multifinance bertahan menghadapi tekanan pandemi ini.
Suwandi menyatakan bahwa berdasarkan catatan asosiasi per Agustus 2020 lalu nilai piutang pembiayaan nasional minus 12,86%. Lalu pembiayaan investasi yang juga berkontribusi cukup besar terhadap kinerja industri juga masih minus 12,24%. Sedangkan pembiayaan multiguna justru sedikit lebih besar penurunannya, yaitu tercatat mencapai 13,4%.
Industri Jasa Keuangan (IJK) sebagai backbone aktivitas perekonomian domestik sejauh ini juga terus mengalami tekanan, sehingga menuntut para pelaku industrinya untuk dapat tetap bertahan dengan beragam dan strategi dan inovasinya. Tak terkecuali di industri multifinance. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa di tengah berbagai tekanan yang datang, kinerja industri multifinance dalam negeri masih mampu bertahan di nilai mencapai Rp518 triliun, atau membukukan pertumbuhan hamper 3% dibanding tahun sebelumnya.
"Ini jelas prestasi yang patut diapresiasi, meski juga kita tahu tantangan ke depan masih demikian berat. Kita berharap pada triwulan kedua tahun depan perekonomian sudah bisa tumbuh kembali sekitar 4,5%. Dari sini, kita semua juga butuh dukungan dari berbagai sektor industri, termasuk dari industri multifinance sebagai bounceback agar perekonomian bisa membaik kembali," ujar Komisaris Utama sekaligus founder Warta Ekonomi, Fadel Muhammad, dalam sambutannya saat membuka Indonesia Best Multifinance Award 2020, Jumat (30/10/2020).
Baca Juga: Ikut Bangkitkan Ekonomi, Mendag Dorong Bisnis MLM
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, juga menyatakan optimismenya terhadap potensi dan kemampuan industri multifinance bertahan menghadapi tekanan pandemi ini.
Suwandi menyatakan bahwa berdasarkan catatan asosiasi per Agustus 2020 lalu nilai piutang pembiayaan nasional minus 12,86%. Lalu pembiayaan investasi yang juga berkontribusi cukup besar terhadap kinerja industri juga masih minus 12,24%. Sedangkan pembiayaan multiguna justru sedikit lebih besar penurunannya, yaitu tercatat mencapai 13,4%.
Lihat Juga :