Atasi Stunting, Kementan Tanam 50.000 Ha Padi Inpari IR Nutrizinc
Selasa, 03 November 2020 - 20:32 WIB
loading...
A
A
A
Lebih jauh Suwandi menjelaskan pada tahun 2020 Kementan telah menanam seluas 10.000 ha yang tersebar di 9 provinsi yaitu Provinsi Riau seluas 212 ha, Lampung seluas 1.600 ha, Jawa Barat seluas 2.500 ha, Jawa Tengah seluas 2.378 ha, Kalimantan Barat seluas 960 ha, Nusa Tenggara Barat seluas 1.300 ha, Gorontalo seluas 400 ha, Maluku seluas 450 ha dan Papua seluas 200 ha.
"Pada tahun 2021 Kementan akan memperluas penanaman padi biofortifikasi ini seluas 50.000 dan meningkat terus tiap tahun hingga 200.000 ha pada tahun 2024," ucapnya.
Benih varietas Inpari IR Nutri Zinc, sebut Suwandi, telah tersebar luas ke berbagai daerah di Indonesia. Yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
"Kementerian Pertanian akan memproduksi benih Inpari IR Nutri Zinc untuk mempercepat diseminasi dan adopsi tersebut di setiap provinsi. Produksi benih tersebut sekaligus merupakan demplot pengenalan varietas kepada stakeholders di tiap provinsinya," ujarnya.
Lebih lanjut, Suwandi mengatakan Kementan membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk para produsen benih, perguruan tinggi dan penggilingan padi dan instansi pemerintah di berbagai sektor baik di pusat maupun daerah untuk mempercepat penyebaran dan pemanfaatan padi kaya Zn ini dalam mengatasi stunting. Pemanfaatan varietas Inpari IR Nutri Zinc ini pada gilirannya diharapkan dapat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan kualitas sumberdaya manusianya.
"Dengan kualitas sumberdaya yang unggul, diharapkan bonus demografi yang akan datang dapat bermanfaat optimal untuk mewujudkan Indonesia emas di masa depan," tandas Suwandi.
"Pada tahun 2021 Kementan akan memperluas penanaman padi biofortifikasi ini seluas 50.000 dan meningkat terus tiap tahun hingga 200.000 ha pada tahun 2024," ucapnya.
Benih varietas Inpari IR Nutri Zinc, sebut Suwandi, telah tersebar luas ke berbagai daerah di Indonesia. Yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
"Kementerian Pertanian akan memproduksi benih Inpari IR Nutri Zinc untuk mempercepat diseminasi dan adopsi tersebut di setiap provinsi. Produksi benih tersebut sekaligus merupakan demplot pengenalan varietas kepada stakeholders di tiap provinsinya," ujarnya.
Lebih lanjut, Suwandi mengatakan Kementan membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk para produsen benih, perguruan tinggi dan penggilingan padi dan instansi pemerintah di berbagai sektor baik di pusat maupun daerah untuk mempercepat penyebaran dan pemanfaatan padi kaya Zn ini dalam mengatasi stunting. Pemanfaatan varietas Inpari IR Nutri Zinc ini pada gilirannya diharapkan dapat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan kualitas sumberdaya manusianya.
"Dengan kualitas sumberdaya yang unggul, diharapkan bonus demografi yang akan datang dapat bermanfaat optimal untuk mewujudkan Indonesia emas di masa depan," tandas Suwandi.
Lihat Juga :