Bos Garuda: Tak Hanya Penumpang, Pilot hingga Pramugari Ikut Rebutan Naik Pesawat Bermasker
Rabu, 04 November 2020 - 20:24 WIB
loading...
Pilot hingga awak kabin rebutan naik pesawat Garuda Indoneisa bermasker. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ada hal menarik yang disampaikan Direktur Utama Garuda Indonesia , Irfan Setiaputra pada WOW Brand Festive Day 2020 yang digelar Mark Plus Inc. secara virtual. Irfan menyebutkan tidak hanya penumpang Garuda yang berebut naik pesawat bermasker tapi pilot, pramugari hingga awak kabin lainnya berebut naik pesawat bermasker. "Ini menunjukkan ada suasana berbeda yang sangat terasa dan ingin kita bangun di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.
(Baca juga : Kijang Innova Raih Lima Bintang Uji Kecelakaan )
Irfan menegaskan bahwa terbang bersama Garuda Indonesia adalah terbang dengan perasaan bahagia. "Terbang dengan Garuda itu adalah terbang dengan kebahagiaan, baik itu terbang mengunjungi keluarga, kampung halaman atau sedang dalam bertugas," ujarnya.
Baca Juga: Jadi Juara, Karya Mahasiswi DKV UPH Hiasi ‘Hidung’ Garuda Indonesia
Di awal pandemi Covid-19, ketika ada peraturan yang sempat mewajibkan awak kabin menggunakan hasmat atau kostum APD, Irfan menyatakan ketidaksetujuannya. "Alhamdulillah akhirnya seiring berjalan waktu, awak kabin tidak sampai menggunakan hasmat atau pelindung diri. Saya pribadi tentu akan merasa berada di ruang bedah kalau liat pramugari pakai hasmat, bukan terbang yang seharusnya terbang dengan bahagia," jelasnya.
(Baca juga : Kijang Innova Raih Lima Bintang Uji Kecelakaan )
Irfan menegaskan bahwa terbang bersama Garuda Indonesia adalah terbang dengan perasaan bahagia. "Terbang dengan Garuda itu adalah terbang dengan kebahagiaan, baik itu terbang mengunjungi keluarga, kampung halaman atau sedang dalam bertugas," ujarnya.
Baca Juga: Jadi Juara, Karya Mahasiswi DKV UPH Hiasi ‘Hidung’ Garuda Indonesia
Di awal pandemi Covid-19, ketika ada peraturan yang sempat mewajibkan awak kabin menggunakan hasmat atau kostum APD, Irfan menyatakan ketidaksetujuannya. "Alhamdulillah akhirnya seiring berjalan waktu, awak kabin tidak sampai menggunakan hasmat atau pelindung diri. Saya pribadi tentu akan merasa berada di ruang bedah kalau liat pramugari pakai hasmat, bukan terbang yang seharusnya terbang dengan bahagia," jelasnya.
Lihat Juga :