Ekonomi Indonesia Disebut-sebut Sudah Masuk Jurang Resesi, Pengamat: Cuma Stempel

Kamis, 05 November 2020 - 08:16 WIB
loading...
Ekonomi Indonesia Disebut-sebut...
Ekonomi Indonesia disebut-sebut sudah masuk jurang resesi. Meski belum secara resmi diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (5/11/2020) hari ini, namun pengamat menyebutnya cuma stempel. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonomi Indonesia disebut-sebut sudah masuk jurang resesi . Meski belum secara resmi diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (5/11/2020) hari ini untuk pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun 2020 untuk menjadi penanda resesi Indonesia.

(Baca Juga: RI Telah Masuki Masa Pemulihan, Menko Airlangga Paparkan Buktinya )

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyebut, perkiraan resesi itu dilihat dari pertumbuhan ekonomi secara nasional dari April-September 2020. Di mana, pada kuartal II-2020 ekonomi nasional minus 5,32 persen year on year (yoy).

Sementara pada kuartal III-2020 diperkirakan minus 3 persen. Meski membaik dari pertumbuhan di kuartal sebelumnya, jurang resesi tidak dapat dihindari lagi.

"Resesi itu hanya stempel untuk kondisi 6 bulan terakhir yang pertumbuhan ekonominya negatif. Kita triwulan II 2020 negatif dan triwulan III juga diyakini juga negatif, artinya kita sudah resesi. Tinggal pengumuman aja dari BPS kalau kita sudah mengalami resesi. Jadi, resesi sudah tidak bisa dielakkan lagi," ujar Piter saat dihubungi MNC News Portal.

(Baca Juga: Jelang Resesi RI, Konsumsi yang Terkontraksi Bikin Ekonomi Tumbuh Minus 3,13% )

Perbaikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun ini karena didorong oleh pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah. Kontraksi juga secara perlahan dipulihkan oleh jaring pengaman sosial yang merupakan salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Akibatnya, daya atau tingkat konsumsi masyarakat bisa tidak menurun signifikan.

"Pertumbuhan ekonomi pada triliun III sedikit membaik, disupport oleh pelonggaran PSBB dan juga dengan mulai mengalir berbagai bantuan sosial pemerintah. Pelonggaran PSBB dan adanya berbagai bantuan tersebut membantu menahan penurunan konsumsi masyarakat," kata dia.

(Baca Juga: RI Mau Resesi, Pemerintah Minta 'Bantuan' Rp1.000 Triliun Swasta )

Piter menegaskan, pertumbuhan ekonomi secara mayoritas dipengaruhi oleh pandemi Covid-19. Karena itu, bila penanganan Covid-19 tidak dilakukan secara maksimal dan hati-hati, maka dikhawatirkan kontraksi serupa terjadi pada kuartal berikutnya.

"Saya tidak mengatakan triliun III bisa menjadi landasan untuk triliun IV (2020), karena pertumbuhan ekonomi sepenuhnya dipengaruhi oleh pandemi. Meskipun triwulan III membaik tapi kalau pandemi-nya memburuk dan memaksa pengetatan PSBB, maka pada triwulan IV pertumbuhan ekonomi akan kembali menurun," ujar dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Rekomendasi
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
5 Makanan Indonesia...
5 Makanan Indonesia Masuk 100 Hidangan Terbaik Dunia 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved