Laba Melonjak 237 Persen, Kinerja BRIsyariah Tetap Kinclong di Tengah Pandemi

loading...
Laba Melonjak 237 Persen, Kinerja BRIsyariah Tetap Kinclong di Tengah Pandemi
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan di berbagai sisi pada kuartal III/2020. BRIS mampu tumbuh melampaui pertumbuhan industri perbankan nasional.

Direktur Utama BRIsyariah, Ngatari menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19 perseroan melakukan sejumlah langkah agar pertumbuhan bisnis bank tetap sehat.

Antara lain optimalisasi layanan perbankan digital sebagai langkah adaptive operations, selektif dalam menyalurkan pembiayaan serta melakukan restrukturisasi sebagai pre-emptive strategies for sustainable financing portfolio.

"Dan meningkatkan dana murah yang sehat serta mengatur dan menjaga posisi serta buffer likuiditas sebagai penerapan healthy liquidity management," ujar Ngatari dalam Public Expose BRIS secara virtual, Kamis (5/11/2020).



(Baca juga: Gelar RUPSLB, BRIsyariah Ubah Susunan Komisaris )

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasional BRIsyariah, Fahmi Subandi menyampaikan bahwa BRIsyariah tumbuh di sisi asset, pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga, dimana pertumbuhan ini di atas rata-rata industri.

Sementara itu, kinerja pembiayaan BRIsyariah pada September 2020 naik 57,9 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp40,3 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp25,5 triliun.

Dia merinci, dari sisi aset, BRIsyariah juga membukukan pertumbuhan 51,4 persen (yoy), menjadi Rp56 triliun pada September 2020 dari Rp37 triliun pada September 2019. Kemudian, Dana Pihak Ketiga tumbuh 72,69 persen menjadi Rp48,7 triliun pada September 2020, dari Rp28,2 triliun di September 2019.

"Laba BRIsyariah pun turut menunjukkan pertumbuhan signifikan mencapai 237 persen menjadi Rp191 miliar pada September 2020, dari Rp56 miliar di September 2019," ujar Fahmi.

Pembiayaan segmen ritel menjadi pendukung utama pada pertumbuhan kinerja perseroan. Pada September 2020 total pembiayaan yang disalurkan BRIsyariah mencapai Rp40,3 triliun, dan 76,6 perssn dari portfolio pembiayaan perusahaan adalah pembiayaan ritel, yakni Rp30,9 triliun.



Pembiayaan ritel konsumer dengan risiko rendah masih menjadi fokus BRIsyariah. Total pembiayaan ritel konsumer tetap dominan dalam penyaluran pembiayaan perusahaan dengan angka Rp12,2 triliun atau tumbuh 53,77 persen (yoy) pada September 2020.

Sementara itu, pertumbuhan pembiayaan yang paling tinggi terjadi di segmen ritel mikro di mana jumlah outstanding meningkat hingga 165 persen (yoy) menjadi Rp10,9 triliun pada September 2020.

(Baca juga: Mau Investasi Sukuk Bebas Riba, Ini Saatnya.. )

Selain pembiayaan, Dana Pihak Ketiga BRIsyariah juga tumbuh berkat pertumbuhan signifikan dari tabungan dan giro. Keberhasilan BRIsyariah dalam meningkatkan DPK yang fokus pada peningkatan Dana Murah (CASA) mampu menurunkan tingkat biaya dana (CoF).

Dengan berbagai digitalisasi layanan baik untuk melayani nasabah dana pihak ketiga maupun nasabah pembiayaan, BRIsyariah optimistis akan terus tumbuh di tahun 2020.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top