Menko Airlangga: Perbaikan Ekonomi Indonesia Didorong Lonjakan Sisi Demand
Jum'at, 06 November 2020 - 12:53 WIB
loading...
Menko Perekonomian/ Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengurai kegembiraannya atas kondisi perekonomian nasional saat ini. Foto/SINDO photo
A
A
A
JAKARTA - Menko Perekonomian/ Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengurai kegembiraannya atas kondisi perekonomian nasional saat ini.
"Sudah menunjukkan tren positif," tegasnya, pada Kamis (5/11) sore di Istana Negara, Jakarta, saat memberikan keterangan pers terkait pertumbuhan dan pemulihan ekonomi terkini sebagai dampak dari pandemi Covid-19.
Didampingi oleh Menteri PPN/Ketua Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Airlangga merespons pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan III/2020.
(Baca Juga: Resesi Boleh Datang, RI Masih Punya Ruang Kerek Ekonomi )
BPS sebelumnya mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di Triwulan III/2020 tumbuh negatif 3,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Ini merupakan kontraksi kedua setelah kuartal sebelumnya ekonomi tumbuh negatif 5,32%.
Namun, ini sudah menunjukkan perbaikan. "Sudah memasuki tren positif. Kita sudah berhasil melewati rock-bottom," tukasnya.
Di hampir semua negara, Airlangga juga menyatakan pertumbuhan ekonomi trennya sudah positif. Secara kuartalan (quarter-to-quarter), BPS melaporkan PDB Indonesia mampu tumbuh positif 5,05% pada Triwulan III/2020. Namun, pertumbuhan ekonomi secara kumulatif Januari-September 2020 (cumulative-to-cumulative/CtC) adalah -2,03%.
"Sudah menunjukkan tren positif," tegasnya, pada Kamis (5/11) sore di Istana Negara, Jakarta, saat memberikan keterangan pers terkait pertumbuhan dan pemulihan ekonomi terkini sebagai dampak dari pandemi Covid-19.
Didampingi oleh Menteri PPN/Ketua Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Airlangga merespons pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan III/2020.
(Baca Juga: Resesi Boleh Datang, RI Masih Punya Ruang Kerek Ekonomi )
BPS sebelumnya mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di Triwulan III/2020 tumbuh negatif 3,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Ini merupakan kontraksi kedua setelah kuartal sebelumnya ekonomi tumbuh negatif 5,32%.
Namun, ini sudah menunjukkan perbaikan. "Sudah memasuki tren positif. Kita sudah berhasil melewati rock-bottom," tukasnya.
Di hampir semua negara, Airlangga juga menyatakan pertumbuhan ekonomi trennya sudah positif. Secara kuartalan (quarter-to-quarter), BPS melaporkan PDB Indonesia mampu tumbuh positif 5,05% pada Triwulan III/2020. Namun, pertumbuhan ekonomi secara kumulatif Januari-September 2020 (cumulative-to-cumulative/CtC) adalah -2,03%.
Lihat Juga :