Berharap ke Konsumsi Orang Tajir Saat Resesi Datang
Sabtu, 07 November 2020 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
Seperti diketahui, Indonesia resmi dinyatakan mengalami resesi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi terkontraksi dua kuartal berturut-turut. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi minus 3,49% (yoy) pada kuartal III-2020 setelah sebelumnya, terkontraksi minus 5,32% (yoy) pada kuartal II-2020.
(Baca Juga: Hey Orang Tajir! Yuk Bantu Ekonomi Indonesia, Jangan Cuman Disimpen Duitnya )
Salah satu biang kerok pertumbuhan ekonomi Indonesia yang anjlok diyakini karena daya beli masih lemah. Data BPS menunjukkan, konsumsi rumah tangga masih terkontraksi minus 4,04% (yoy) pada kuartal III tahun ini.
Konsumsi rumah tangga pada kuartal II 2020 juga sempat menyentuh di level minus 5,52% (yoy). Meski demikian, konsumsi rumah tangga kuartal III-2020 dinyatakan lebih baik dari kuartal sebelumnya, yakni tumbuh 4,70% (qtq).
Sementara, kontribusi sektor konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2020 masih menjadi yang tertinggi dengan bobot sekitar 57% dari PDB. Akibatnya, konsumsi rumah tangga juga menjadi sumber kontraksi bagi perekonomian sekitar minus 2,17%.
(Baca Juga: Hey Orang Tajir! Yuk Bantu Ekonomi Indonesia, Jangan Cuman Disimpen Duitnya )
Salah satu biang kerok pertumbuhan ekonomi Indonesia yang anjlok diyakini karena daya beli masih lemah. Data BPS menunjukkan, konsumsi rumah tangga masih terkontraksi minus 4,04% (yoy) pada kuartal III tahun ini.
Konsumsi rumah tangga pada kuartal II 2020 juga sempat menyentuh di level minus 5,52% (yoy). Meski demikian, konsumsi rumah tangga kuartal III-2020 dinyatakan lebih baik dari kuartal sebelumnya, yakni tumbuh 4,70% (qtq).
Sementara, kontribusi sektor konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2020 masih menjadi yang tertinggi dengan bobot sekitar 57% dari PDB. Akibatnya, konsumsi rumah tangga juga menjadi sumber kontraksi bagi perekonomian sekitar minus 2,17%.
(akr)
Lihat Juga :