Hey Orang Tajir! Yuk Bantu Ekonomi Indonesia, Jangan Cuman Disimpen Duitnya

Kamis, 05 November 2020 - 09:56 WIB
loading...
Hey Orang Tajir! Yuk...
Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali terkontraksi di triwulan ketiga tahun 2020, alias resesi. Nah untuk itu, peran orang kaya penting dalam memulihkan ekonomi Indonesia. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali terkontraksi di triwulan ketiga tahun 2020, alias resesi. Nah untuk itu, peran orang kaya penting dalam memulihkan ekonomi Indonesia, ketika nasabah tajir memilih mengendapkan dana di perbankan nasional ketimbang melakukan transaksi.

"Peran orang kaya sangat penting dalam pemulihan ekonomi. Data LPS per Juni 2020 menyebutkan bahwa nominal simpanan diatas Rp5 miliar mengalami kenaikan sebesar 7,3% sejak awal tahun 2020. Ini adalah kelompok nominal simpanan yang nilainya Rp3.012 triliun," kata Pengamat Indef Bhima Yudhistira saat dihubungi MNC Portal News di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

(Baca Juga: Nasabah Tajir Lebih Suka Menabung )

Badan Pusat Statistik (BPS) juga baru akan segera mengumumkan pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III 2020 pada Kamis, 5 November 2020, hari ini. Meski begitu, sejumlah pihak termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali terkontraksi di triwulan ketiga ini, alias resesi.

(Baca Juga: Survei DBS: Masyarakat Lebih Suka Nabung dan Ngerem Belanja )

Jika orang kaya mulai berbelanja maka perputaran ekonomi juga semakin cepat. Sebaliknya jika orang kaya menunda belanja maka efek ke pemulihan ekonomi lebih lambat.

"Dari data BPS tercatat 20% kelompok pengeluaran paling atas berkontribusi 45,4% terhadap total konsumsi secara nasional," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved