Covid-19 Belum Reda, Keyakinan Konsumen di Bulan Oktober Merosot
Senin, 09 November 2020 - 23:13 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mengindikasikan perbaikan keyakinan konsumen masih tertahan pada Oktober 2020. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Oktober 2020 sebesar 79,0, lebih rendah dibandingkan dengan 83,4 pada September 2020.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan komponennya, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap berada pada level optimis dengan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 106,6.
(Baca juga: Permudah Konsumen, BMW Eurokars Luncurkan Aplikasi BMW Eurokars App )
"Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan masih cukup kuat didukung oleh ekspektasi terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja ke depan," kata Onny di Jakarta, Senin (9/11/2020).
Sementara itu, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini melemah seiring keyakinan konsumen terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang menurun.
(Baca juga: Masuk Resesi, Lonjakan Pengangguran Jadi Kekhawatiran )
"Hal tersebut ditengarai sebagai dampak dari belum pulihnya aktivitas ekonomi dan penghasilan masyarakat akibat pandemi Covid-19," tandasnya.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan komponennya, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap berada pada level optimis dengan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 106,6.
(Baca juga: Permudah Konsumen, BMW Eurokars Luncurkan Aplikasi BMW Eurokars App )
"Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan masih cukup kuat didukung oleh ekspektasi terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja ke depan," kata Onny di Jakarta, Senin (9/11/2020).
Sementara itu, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini melemah seiring keyakinan konsumen terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang menurun.
(Baca juga: Masuk Resesi, Lonjakan Pengangguran Jadi Kekhawatiran )
"Hal tersebut ditengarai sebagai dampak dari belum pulihnya aktivitas ekonomi dan penghasilan masyarakat akibat pandemi Covid-19," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :