Bos OJK: Vaksin Pfizer Angin Segar bagi Sektor Keuangan
Selasa, 10 November 2020 - 18:23 WIB
loading...
Kabar perkembangan positif vaksin Covid-19 dari Pfizer diyakini akan mendongkrak kepercayaan pasar. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan adanya vaksin Covid-19 menjadi angin segar bagi sektor keuangan Indonesia. Seperti diketahui, pembuat obat di AS, Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech mengatakan uji coba skala besar vaksin yang mereka uji menunjukkan lebih dari 90% efektif dalam mencegah Covid-19.
(Baca Juga: Pertama di Dunia, Vaksin Covid-19 Pfizer Diklaim Beri Perlindungan 90%)
Pfizer dan BioNTech mengungkapkan bahwa sejauh ini tidak ditemukan masalah keamanan yang serius selama menggunakan vaksin tersebut. Kabar tersebut dinilai akan mendongkrak kepercayaan pasar dan diharapkan mendorong pemulihan ekonomi secara global.
"Ada dua hal, kami yakin pemerintah telah berupaya keras agar Indonesia mendapatkan vaksin. Ini juga akan memberikan confident seluruh pengusaha, ini hanya masalah waktu," ujar Ketua OJK Wimboh Santoso secara virtual, Selasa (10/11/2020).
Menurut dia, vaksin ini juga akan memberikan ekonomi global tumbuh. eskportir mendapatkan benefit. "Ini akan diantisipasi, sektor keuangan mendukung. Sektor keuangan likuiditas cukup," jelasnya.
(Baca Juga: Pertama di Dunia, Vaksin Covid-19 Pfizer Diklaim Beri Perlindungan 90%)
Pfizer dan BioNTech mengungkapkan bahwa sejauh ini tidak ditemukan masalah keamanan yang serius selama menggunakan vaksin tersebut. Kabar tersebut dinilai akan mendongkrak kepercayaan pasar dan diharapkan mendorong pemulihan ekonomi secara global.
"Ada dua hal, kami yakin pemerintah telah berupaya keras agar Indonesia mendapatkan vaksin. Ini juga akan memberikan confident seluruh pengusaha, ini hanya masalah waktu," ujar Ketua OJK Wimboh Santoso secara virtual, Selasa (10/11/2020).
Menurut dia, vaksin ini juga akan memberikan ekonomi global tumbuh. eskportir mendapatkan benefit. "Ini akan diantisipasi, sektor keuangan mendukung. Sektor keuangan likuiditas cukup," jelasnya.
Lihat Juga :