Jaga Industri Cegah PHK

Rabu, 11 November 2020 - 07:18 WIB
loading...
Jaga Industri Cegah...
Sektor industri manufaktur akan terus dikawal agar tetap beraktivitas selama masa pandemi corona (Covid-19). Foto/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Sektor industri manufaktur akan terus dikawal agar tetap beraktivitas selama masa pandemi corona (Covid-19). Langkah tersebut untuk memastikan agar pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor tersebut tidak berlanjut.



Kementerian Perindustrian (Kemenperin) selaku salah satu pemangku kepentingan mengungkapkan bahwa pihaknya selama ini aktif mengawal realisasi penanaman modal di sektor industri. Pasalnya investasi akan membawa dampak luas bagi perekonomian nasional, di antaranya penguatan struktur manufaktur di dalam negeri, sehingga memacu daya saing di kancah global.

Jaga Industri Cegah PHK


“Kami telah banyak melakukan upaya strategis agar PHK tidak meluas di sektor industri. Salah satunya memastikan industri tetap beroperasi di tengah ancaman pandemi,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta kemarin. (Baca: Subhahanallah! Shalat Tepat Waktu Berpengaruh Pada Kesuksesan)

Kendati demikian, kata dia, para pelaku industri harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Agus mengemukakan, sektor industri selain menyerap investasi, juga memiliki multiplier effect berupa penyerapan tenaga kerja yang banyak. “Jadi investasi merupakan salah satu kunci untuk mencegah PHK,” katanya.

Seperti diketahui, pekan lalu Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan angka PHK pada kuartal III/2020 meningkat 2,67 juta orang menjadi 9,77 juta orang. Jumlah tersebut didominasi oleh laki-laki muda bila dibandingkan dengan pekerja perempuan.

Di sisi lain BPS melaporkan jumlah lowongan pekerjaan mengalami penurunan selama Covid-19. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab banyaknya kalangan usia produktif tidak bekerja. "Di tengah pandemi, jumlah lowongan kerja menurun karena adanya yang tidak bekerja," tandas Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Kamis (5/11).

Menurut dia, melonjaknya angka PHK berimbas pada tingkat pengangguran yang terus menanjak. Dalam jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT), yang dari lulusan SMK sebesar 13,55%, sedangkan yang paling rendah merupakan lulusan sekolah dasar (SD), yaitu 3,61%. Adapun sisanya sekolah menengah pertama (SMP) sebesar 6,46%, sekolah menengah atas (SMA) 9,86%. "Lalu untuk lulusan diploma I–III sebesar 8,08% dan untuk lulusan universitas atau strata 1 sebesar 7,35%," katanya.

Merespons hal tersebut Kemenperin sepanjang Januari–September 2020 telah menggelontorkan ratusan triliun ke sektor industri. Tak tanggung-tanggung nilainya mencapai Rp201,9 triliun atau sekitar 33% dari total nilai investasi nasional sebesar Rp611,6 triliun. Penanaman modal di sektor industri pada sembilan bulan tersebut meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sekitar Rp147,3 triliun. (Baca juga: Kemendikbud Dukung Pelaksanaan Kampus Sehat Selama Pandemi)

Berdasarkan data Kemenperin, beberapa subsektor telah memberikan kontribusi berupa devisa selama Januari–September 2020, yakni investasi dari industri logam, mesin dan elektronik yang menembus Rp77,8 triliun. Berikutnya industri makanan sebesar Rp40,5 triliun serta industri kimia dan farmasi berkisar Rp35,6 triliun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kenaikan Harga Gas Industri...
Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Dasco Undang Serikat...
Dasco Undang Serikat Buruh dan Pemerintah Bahas Ancaman PHK
Rekomendasi
Kembali Bertambah, 5...
Kembali Bertambah, 5 Orang Meninggal Dunia saat Latsarmil Calon Manajer KDKMP/KNMP
Bukan Messi atau Ronaldo,...
Bukan Messi atau Ronaldo, Hanya Kylian Mbappe yang Kenakan Lencana Istimewa di Piala Dunia 2026
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved