Jaga Industri Cegah PHK
Rabu, 11 November 2020 - 07:18 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk bangkit kan tidak hari ini bercita-cita lalu besok operasi. Harus bersiap-siap. Siapkan pegawai dan infrastruktur, mesinnya dipanaskan," katanya. (Baca juga: Tata Cara Menjadi Pemilih di Saat Pandemi)
Sementara itu ekonom Indef Eko Listiyanto mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi pemulihan ekonomi pada kuartal berikutnya. Untuk itu perlu dilakukan berbagai upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi ke arah yang lebih positif.
Eko mencatat setidaknya ada lima hal yang perlu dilakukan pemerintah. Pertama, percepatan belanja pemerintah, baik belanja modal pemerintah maupun program pemulihan ekonomi nasional yang dirasakan belum optimal.
"Penting juga memperhatikan belanja pemerintah daerah yang tampaknya perlu didorong lebih kencang lagi. Paling tidak belanja ketiganya bisa mencapai 95% pada akhir kuartal IV/2020," ujarnya.
Kedua, skema bantuan sosial perlu diubah dengan fokus pada 20% masyarakat kelompok terbawah dengan penambahan besaran bantuan hingga Rp1,5 juta per rumah tangga dan skema bantuan tunai.
"Sambil pada saat yang sama juga dilakukan updating data guna persiapan program bantuan sosial tahun 2021 yang lebih baik lagi," sebut dia.
Ketiga, perlu ada terobosan penciptaan lapangan kerja dengan fokus pembangunan infrastruktur padat tenaga kerja, industri padat tenaga kerja hingga stimulus UMKM non-restrukturisasi agar percepatan pemulihan lebih baik lagi. (Lihat videonya: Waspada Angka Kejahatan Selama Pandemi)
Keempat, konsumsi masyarakat kelas menengah perlu ditingkatkan dengan dibarengi upaya-upaya kampanye dan protokol kesehatan pada pusat perbelanjaan atau hotel lalu pariwisata dan restoran yang benar-benar clear and clean.
Kelima, memperbaiki pola penanganan pandemi dengan fokus pada penyadaran masyarakat menghadapi gelombang kedua pandemi. "Termasuk upaya serius dalam melakukan tracing agar gelombang kedua benar-benar tidak terjadi," tandasnya. (Michelle Natalia/Ferdi Rantung/Rina Anggraeni/Kunthi Fahmar Sandy)
Sementara itu ekonom Indef Eko Listiyanto mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi pemulihan ekonomi pada kuartal berikutnya. Untuk itu perlu dilakukan berbagai upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi ke arah yang lebih positif.
Eko mencatat setidaknya ada lima hal yang perlu dilakukan pemerintah. Pertama, percepatan belanja pemerintah, baik belanja modal pemerintah maupun program pemulihan ekonomi nasional yang dirasakan belum optimal.
"Penting juga memperhatikan belanja pemerintah daerah yang tampaknya perlu didorong lebih kencang lagi. Paling tidak belanja ketiganya bisa mencapai 95% pada akhir kuartal IV/2020," ujarnya.
Kedua, skema bantuan sosial perlu diubah dengan fokus pada 20% masyarakat kelompok terbawah dengan penambahan besaran bantuan hingga Rp1,5 juta per rumah tangga dan skema bantuan tunai.
"Sambil pada saat yang sama juga dilakukan updating data guna persiapan program bantuan sosial tahun 2021 yang lebih baik lagi," sebut dia.
Ketiga, perlu ada terobosan penciptaan lapangan kerja dengan fokus pembangunan infrastruktur padat tenaga kerja, industri padat tenaga kerja hingga stimulus UMKM non-restrukturisasi agar percepatan pemulihan lebih baik lagi. (Lihat videonya: Waspada Angka Kejahatan Selama Pandemi)
Keempat, konsumsi masyarakat kelas menengah perlu ditingkatkan dengan dibarengi upaya-upaya kampanye dan protokol kesehatan pada pusat perbelanjaan atau hotel lalu pariwisata dan restoran yang benar-benar clear and clean.
Kelima, memperbaiki pola penanganan pandemi dengan fokus pada penyadaran masyarakat menghadapi gelombang kedua pandemi. "Termasuk upaya serius dalam melakukan tracing agar gelombang kedua benar-benar tidak terjadi," tandasnya. (Michelle Natalia/Ferdi Rantung/Rina Anggraeni/Kunthi Fahmar Sandy)
(ysw)
Lihat Juga :