Ini Perbedaan Gaya Kepemimpinan Antara Biden dan Trump

loading...
Ini Perbedaan Gaya Kepemimpinan Antara Biden dan Trump
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Terpilihnya Joe Biden untuk memimpin Amerika Serikat mendapat respons yang positif dari dunia. Pasalnya, Joe Biden memiliki sejumlah perbedaan mendasar dengan pendahulunya, Donald Trump .

Praktisi dan Pengajar Hubungan International Synergy Policies Dinna Prapto Raharja mengatakan, setidaknya ada dua perbedaan mendasar terkait gaya kepemimpinan Biden dengan Trump. ( Baca juga:Dubes Meksiko untuk AS Sebut Biden ‘Prospektif’ Presiden Terpilih )

"Jadi, pendekatan yang akan dilakukan (Biden), baik itu ekonomi maupun politik, cenderung sangat berhati-hati. Kemudian penggantian menteri berkali kali itu kecil kemungkinan terjadi di era Joe Biden. Orang itu sangat hati-hati," ujar Dinna dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (11/11/2020).

Perbedaan kedua, Dinna menyebut bahwa Joe Biden akan selalu masuk lewat lembaga dalam setiap aktivitas pemerintahannya. Langkah itu berbeda dengan gaya kepemimpinan Trump.

"Jadi dia lebih nyaman bergerak dalam institusi atau rule of the games, jadi secara umum kalau ekonomi dia akan menghidupkan kembali negosiasi-negosiasi lewat WTO (World Trade Organitation)," katanya.



Dinna juga menyebut pasar secara global menyambut baik dengan terpilihnya Biden, khususnya para sekutu AS sudah sangat gembira karena ada salah satu janji Biden bahwa hubungan tradisional antara AS dan sekutu akan kembali seperti dulu lagi.

"Artinya ada hubungan yang lebih dekat secara bilateral sebelum masuk ke dalam negosiasi yang sifatnya multilateral atau regional. Inilah keuntungan jadi mitra AS pada saat ini," ucapnya.

Dina juga mengatakan bahwa Indonesia harus bergerak cepat memperbaiki kerja sama di bidang ekonomi dengan Amerika. Soalnya, Joe Biden memiliki sejumlah agenda perekonomian yang berbeda dengan pendahulunya. ( Baca juga:Omnibus Law Disahkan, Tahun Depan Langkah Tepat Buat IPO )

Dampak terpilihnya Joe Biden terhadap perekonomian Indonesia itu bergantung pada kesigapan dan kegesitan Pemerintah Indonesia untuk mendesak AS agar memperhatikan narasi yang selama ini diangkat Indonesia.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top