Gelar Pameran Dagang Terbesar se-Asia Tenggara, Mendag: Sepeserpun Nggak Pakai Duit APBN
Rabu, 11 November 2020 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Mendag menambahkan, TEI-VE mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari para eksportir. Hal itu dibuktikan dari jumlah eksportir yang mendaftar mencapai 690 pelaku usaha melebihi target yang ditetapkan, yakni sebanyak sebanyak 300 pelaku ekspor.
Baca Juga: Trade Expo Indonesia ke-35 Digelar, Jokowi: Jangan Cuma Seremonial Saja
Tidak hanya itu, ribuan buyer juga ikut mendaftar pada gelaran tersebut. Kemendag mencatat hingga 10 November 2020 pukul 10.30 WIB ada sebanyak 3.870 buyer dari 109 negara melalui pendaftaran online maupun melalui perwakilan RI di luar negeri. Di sisi lain, di sela dilaksanakannya pameran dagang terbesar se-Asia Tenggara tepatnya pada 15 November 2020 Pemerintah RI diwakili oleh Kemendag akan menandatangani Mega Free Trade Agreement (FTA), yakni Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang dinilai penting bagi untuk mendorong kinerja perdagangan RI. "Perjanjian ini penting dan amat berpeluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor Indonesia dengan negara-negara ASEAN serta China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru," ungkapnya.
Dia melaporkan, pelaksanaan pameran tahun ini berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya. Pihaknya menandaskan bahwa penyelenggaraan TEI tahun ini tidak menggunakan dana APBN. Adapun gelaran tersebut berhasil digelar berkat sinergi antara Kemendag dengan PT. Debindo dan pihak sponsor lainnya. "Ini merupakan kolaborasi sinergis antara pemerintah dan swasta dalam mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia. Insyaallah berjalan dengan baik dam lancar," kata dia.
Baca Juga: Trade Expo Indonesia ke-35 Digelar, Jokowi: Jangan Cuma Seremonial Saja
Tidak hanya itu, ribuan buyer juga ikut mendaftar pada gelaran tersebut. Kemendag mencatat hingga 10 November 2020 pukul 10.30 WIB ada sebanyak 3.870 buyer dari 109 negara melalui pendaftaran online maupun melalui perwakilan RI di luar negeri. Di sisi lain, di sela dilaksanakannya pameran dagang terbesar se-Asia Tenggara tepatnya pada 15 November 2020 Pemerintah RI diwakili oleh Kemendag akan menandatangani Mega Free Trade Agreement (FTA), yakni Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang dinilai penting bagi untuk mendorong kinerja perdagangan RI. "Perjanjian ini penting dan amat berpeluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor Indonesia dengan negara-negara ASEAN serta China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru," ungkapnya.
Dia melaporkan, pelaksanaan pameran tahun ini berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya. Pihaknya menandaskan bahwa penyelenggaraan TEI tahun ini tidak menggunakan dana APBN. Adapun gelaran tersebut berhasil digelar berkat sinergi antara Kemendag dengan PT. Debindo dan pihak sponsor lainnya. "Ini merupakan kolaborasi sinergis antara pemerintah dan swasta dalam mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia. Insyaallah berjalan dengan baik dam lancar," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :