CIMB Niaga Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun di Kuartal I 2020
Minggu, 10 Mei 2020 - 11:09 WIB
loading...
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal pertama tahun 2020, naik sebesar 11,8% year-on-year (YoY). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal pertama tahun 2020, naik sebesar 11,8% year-on-year (YoY) menghasilkan earnings per share Rp42,33.
Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan di tengah kondisi yang menantang akibat pandemi COVID-19 berhasil meraih pertumbuhan laba bersih dua digit untuk kuartal I 2020. Pertumbuhan laba bersih sebesar 11,8% Y-o-Y terutama didukung oleh pendapatan non bunga atau Non-Interest Income (“NoII”) sebesar 11,5% Y-o-Y dan penurunan pada Biaya Operasional sebesar 2,7% Y-o-Y.
"Hasilnya, rasio Cost to Income turun menjadi di bawah 48%. Dana murah (CASA) tumbuh 18,8% Y-o-Y dan berkontribusi terhadap pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 6,3% Y-o-Y. Sementara, rasio Loan Loss Coverage (“LLC”) meningkat menjadi 191,13%, dan biaya provisi naik menjadi 8,7% Y-o-Y," ujar Tigor di Jakarta.
Adapun, Capital Adequacy Ratio (CAR) CIMB Niaga tercatat baik sebesar 19,39% per 31 Maret 2020.Dengan total aset mencapai Rp274,5 triliun per 31 Maret 2020.Selain itu, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.
Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp202,6 triliun dengan rasio CASA sebesar 60,1%. Adapun Tabungan mengalami pertumbuhan sebesar 20,3% Y-o-Y, sejalan dengan komitmen Bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.
Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan di tengah kondisi yang menantang akibat pandemi COVID-19 berhasil meraih pertumbuhan laba bersih dua digit untuk kuartal I 2020. Pertumbuhan laba bersih sebesar 11,8% Y-o-Y terutama didukung oleh pendapatan non bunga atau Non-Interest Income (“NoII”) sebesar 11,5% Y-o-Y dan penurunan pada Biaya Operasional sebesar 2,7% Y-o-Y.
"Hasilnya, rasio Cost to Income turun menjadi di bawah 48%. Dana murah (CASA) tumbuh 18,8% Y-o-Y dan berkontribusi terhadap pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 6,3% Y-o-Y. Sementara, rasio Loan Loss Coverage (“LLC”) meningkat menjadi 191,13%, dan biaya provisi naik menjadi 8,7% Y-o-Y," ujar Tigor di Jakarta.
Adapun, Capital Adequacy Ratio (CAR) CIMB Niaga tercatat baik sebesar 19,39% per 31 Maret 2020.Dengan total aset mencapai Rp274,5 triliun per 31 Maret 2020.Selain itu, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.
Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp202,6 triliun dengan rasio CASA sebesar 60,1%. Adapun Tabungan mengalami pertumbuhan sebesar 20,3% Y-o-Y, sejalan dengan komitmen Bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.
Lihat Juga :