Pajak Mobil Nol Persen Ditolak, Gaikindo Masih Ngarep Dapat 'Gula-gula'
Kamis, 12 November 2020 - 20:32 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, bahwa industri otomotif punya potensi untuk pulih. Sebab, banyak masyarakat yang masih memiliki uang untuk membeli mobil. Namun, dalam pandangannya, untuk lebih menggairahkan minat beli masyarakat diperlukan 'gula-gula' berupa stimulus atau insentif.
"Ada kantong masyarakat yang memiliki dana untuk menghindari Covid-19 dengan membeli mobil. Ini butuh distimulasi agar penjualan meningkat. Pada dasarnya industri otomotif tidak hanya menginginkan pajak nol persen. Kita harapkan ada kebijakan yang bisa muncul. Mau 5 persen atau 30 persen ini adalah wewenang pemerintah, yang penting bisa bangkit," tandasnya.
Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku akan tetap berusaha untuk memulihkan industri otomotif. Pasalnya, industri otomotif memiliki dampak kepada pelaku industri kecil menengah (IKM) seperti, kaca, karet dan lainnya.
"Kami sebagai pembina industri tidak pernah putus asa. Usulan pemberlakuan pajak tersebut hanya bersifat sementara dan memiliki nilai tambah yang cukup besar terhadap industri. Tapi, semua keputusan semua di Kemenkeu. Yang penting ada kepastian sehingga pelaku pasar tidak menunggu-nunggu," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier.
(Lihat juga grafis: LRT Jabodebek Direncanakan Beroperasi pada Pertengahan 2022 )
"Ada kantong masyarakat yang memiliki dana untuk menghindari Covid-19 dengan membeli mobil. Ini butuh distimulasi agar penjualan meningkat. Pada dasarnya industri otomotif tidak hanya menginginkan pajak nol persen. Kita harapkan ada kebijakan yang bisa muncul. Mau 5 persen atau 30 persen ini adalah wewenang pemerintah, yang penting bisa bangkit," tandasnya.
Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku akan tetap berusaha untuk memulihkan industri otomotif. Pasalnya, industri otomotif memiliki dampak kepada pelaku industri kecil menengah (IKM) seperti, kaca, karet dan lainnya.
"Kami sebagai pembina industri tidak pernah putus asa. Usulan pemberlakuan pajak tersebut hanya bersifat sementara dan memiliki nilai tambah yang cukup besar terhadap industri. Tapi, semua keputusan semua di Kemenkeu. Yang penting ada kepastian sehingga pelaku pasar tidak menunggu-nunggu," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier.
(Lihat juga grafis: LRT Jabodebek Direncanakan Beroperasi pada Pertengahan 2022 )
Lihat Juga :