Pajak Mobil Nol Persen Ditolak, Gaikindo Masih Ngarep Dapat 'Gula-gula'
Kamis, 12 November 2020 - 20:32 WIB
loading...
Ratusan mobil-mobil baru terparkir di pelabuhan untuk diekspor. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum menyetujui rencana pembebasan pajak nol persen atas mobil baru. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan stimulus lain dalam memulihkan industri otomotif selain melalui pembebasan pajak mobil baru.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan bahwa pihaknya berharap ada kebijakan atau stimulus baru untuk memulihkan industri otomotif.
"Mudah-mudahan ada upaya lain dari pemerintah untuk mempercepat pulihnya industri otomotif," kata Kukuh dalam diskusi secara virtual, Kamis (11/12/2020).
(Baca juga: Gaikindo Akui Berat Capai Target Penjualan Mobil Tahun Ini )
Menurut dia, sebenarnya pajak nol persen itu sepenuhnya belum ditolak. Hingga saat ini pihak Kemenkeu masih dalam proses kajian. "Kalau dalam kacamata Kementerian Perindustrian ini merupakan suatu upaya untuk membangkitkan industri otomotif. Jadi kaca mata teknokrasinya seperti itu. Namun, dari kementerian Keuangan mengkaji lebih dalam apakah betul itu berdampak signifikan," jelasnya.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan bahwa pihaknya berharap ada kebijakan atau stimulus baru untuk memulihkan industri otomotif.
"Mudah-mudahan ada upaya lain dari pemerintah untuk mempercepat pulihnya industri otomotif," kata Kukuh dalam diskusi secara virtual, Kamis (11/12/2020).
(Baca juga: Gaikindo Akui Berat Capai Target Penjualan Mobil Tahun Ini )
Menurut dia, sebenarnya pajak nol persen itu sepenuhnya belum ditolak. Hingga saat ini pihak Kemenkeu masih dalam proses kajian. "Kalau dalam kacamata Kementerian Perindustrian ini merupakan suatu upaya untuk membangkitkan industri otomotif. Jadi kaca mata teknokrasinya seperti itu. Namun, dari kementerian Keuangan mengkaji lebih dalam apakah betul itu berdampak signifikan," jelasnya.
Lihat Juga :