Perry Warjiyo Sebut Penurunan Suku Bunga Acuan BI Masih Terbuka Lebar
Jum'at, 13 November 2020 - 06:48 WIB
loading...
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, masih ada peluang untuk ruang menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus melakukan pelonggaran kebijakan moneter, makroprudensial serta sistem pembayaran untuk memperkuat stabilisasi di pasar valuta asing, menjaga kecukupan likuiditas di sistem keuangan, mendorong fungsi intermediasi perbankan, serta mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan.
Adapun, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, masih ada peluang untuk ruang menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). "Ke depan ada ruang untuk penurunan suku bunga, tentu saja kami akan pantau perkembangan ekonomi global dan domestik, untuk kami putuskan di rapat dewan gubernur," kata Perry dalam rapat virtual.
(Baca Juga: Sinyal The Fed Tahan Suku Bunga Rendah Bakal Lama, Tanda Krisis Masih Panjang? )
Kata dia, perekonomian Indonesia sudah mulai pulih pada periode Juli-September atau kuartal III 2020. Perbaikan itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari kuartal II sebelumnya.
"Kuartal III jadi titik balik, perbaikan ekonomi mulai terlihat sejak triwulan IIII. Ini tentu saja sebagai hasil koordinasi erat pemerintah, BI, OJK, LPS, dan berbagai pihak agar stabiolitas makro ekonomi dan sistem keuangan terjaga,” katanya.
Adapun, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, masih ada peluang untuk ruang menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). "Ke depan ada ruang untuk penurunan suku bunga, tentu saja kami akan pantau perkembangan ekonomi global dan domestik, untuk kami putuskan di rapat dewan gubernur," kata Perry dalam rapat virtual.
(Baca Juga: Sinyal The Fed Tahan Suku Bunga Rendah Bakal Lama, Tanda Krisis Masih Panjang? )
Kata dia, perekonomian Indonesia sudah mulai pulih pada periode Juli-September atau kuartal III 2020. Perbaikan itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari kuartal II sebelumnya.
"Kuartal III jadi titik balik, perbaikan ekonomi mulai terlihat sejak triwulan IIII. Ini tentu saja sebagai hasil koordinasi erat pemerintah, BI, OJK, LPS, dan berbagai pihak agar stabiolitas makro ekonomi dan sistem keuangan terjaga,” katanya.
Lihat Juga :