PGN SAKA Kebut Proyek Lapangan Sidayu Jadi 12 Bulan

Jum'at, 13 November 2020 - 14:36 WIB
loading...
PGN SAKA Kebut Proyek...
PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA), anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di bidang hulu minyak dan gas bumi kebut pengembangan Lapangan Sidayu. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA), anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di bidang hulu minyak dan gas bumi (migas) , terus berkomitmen dalam mengembangkan proyek lapangan baru. Salah satunya adalah pengembangan Lapangan Sidayu yang berlokasi sekitar 5 km dari lapangan utama Pangkah PSC di Ujung Pangkah, Jawa Timur.

Sesuai dengan persetujuan Plan of Development (POD), pengembangan Lapangan Sidayu terdiri dari pembangunan dua wellhead platforms, yaitu Well-Head Platform C (WHP C) dan Well-Head Platform D (WHP D), production pipeline dan gas lift pipeline. Untuk mengerjakan pembangunan platform dan pipeline ini, PGN Saka bekerja sama dengan rekanan yang telah ditunjuk.

(Baca Juga: Ngeri! SKK Migas Targetkan Pengeboran 1.000 Sumur Setahun )

Hingga saat ini perkembangan pekerjaan fabrikasi pembangunan platform sudah mencapai 91% dengan rencana sail away kedua platform akan dilaksanakan pada tanggal 21 November 2020 dan diikuti dengan instalasi platform yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2020. Selanjutnya akan dilakukan pengeboran tiga sumur, yaitu dua sumur re-entry dan satu sumur pengembangan baru.

Pjs Direktur Utama PGN Saka, Susmono Soetrisno mengutarakan, initial production dari Lapangan Sidayu ini diharapkan mencapai sekitar 7.000 BOPD untuk minyak dan sekitar 3,9 MMSCFD untuk gas dari 3 (tiga) sumur produksi. Rencananya, produksi dari Lapangan Sidayu tersebut akan terhubung dengan fasilitas produksi yang ada melalui pipa bawah laut.

"Pelaksanaan proyek ini merupakan bentuk komitmen PGN SAKA sesuai persetujuan POD SKK Migas dalam kegiatan ekplorasi dan ekploitasi Minyak dan Gas Bumi Nasional untuk berkontribusi dalam pemenuhan pasokan energi untuk Indonesia di tengah Pandemi COVID-19 dan harga minyak yang turun. Semangat untuk berkontribusi ini membuat PGN Saka melakukan percepatan waktu pengerjaan proyek dari 17 Bulan menjadi 12 Bulan, dimana target first oil Lapangan Sidayu yaitu pada pertengahan tahun 2021," kata Susmono di Jakarta, Jumat (13/11/2020).

(Baca Juga: SKK Migas Sebut Bisnis Eksplorasi Migas Penuh Risiko )

Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Lucky Yusgiantoro mengapresiasi, percepatan pembangunan proyek sehingga first oil dapat direalisasi pada pertengahan tahun 2021. Percepatan ini akan berdampak pada efisiensi budget dan memberikan kontribusi yang optimal pada penerimaan negara.

“Percepatan ini dilakukan di saat yang tepat karena dapat memberikan tambahan produksi pada saat harga minyak mulai meningkat. Semoga capaian yang baik pada proyek ini memberi semangat SAKA untuk meningkatkan investasinya di hulu migas Indonesia untuk mendukung capaian target jangka panjang yaitu merealisasi1 juta barrel minyak dan 12.000 MMSCFD gas di 2030 ,” kata Lucky.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PHE ONWJ Kenalkan Teknologi...
PHE ONWJ Kenalkan Teknologi Perpipaan Migas ke Mahasiswa
Proyek Tangguh UCC Rampungkan...
Proyek Tangguh UCC Rampungkan Jacket UBA dan Siap Dikirim ke Fakfak
Peran Perempuan Kian...
Peran Perempuan Kian Strategis di Industri Migas
Inpex Finalisasi Garap...
Inpex Finalisasi Garap Blok Masela Rp339 T, Bahlil: Jangan Ulur-ulur Lagi, Sudah 27 Tahun Tertunda
First Gas In LPG Plant...
First Gas In LPG Plant Cilamaya Tercapai, Kapasitas Produksi 163 Ton LPG per Hari
Iran Lumpuhkan Produksi...
Iran Lumpuhkan Produksi Migas Israel, Qatar hingga Arab Saudi
Rayakan HUT ke-61, PGN...
Rayakan HUT ke-61, PGN Gelar Sunatan Massal di Seluruh Wilayah Operasional
IAFMI Factory Visit...
IAFMI Factory Visit ke Kawasan Industri Krakatau Steel Cilegon
8.275 Anak dari Berbagai...
8.275 Anak dari Berbagai Daerah Dapat Bantuan Safari Ramadan 2026
Rekomendasi
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Kenapa Memijat Pelipis...
Kenapa Memijat Pelipis dan Pundak Bisa Meredakan Sakit Kepala? Ini Kata Dokter
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Berita Terkini
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved