SKK Migas Sebut Bisnis Eksplorasi Migas Penuh Risiko

Kamis, 02 April 2020 - 06:45 WIB
SKK Migas Sebut Bisnis...
SKK Migas Sebut Bisnis Eksplorasi Migas Penuh Risiko
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah yang anjlok dan meluasnya wabah virus corona (Covid-19) diperkirakan bakal mengganggu investasi di sektor hulu migas Indonesia. Apalagi, beberapa proyek migas di Indonesia juga mengalami perlambatan, bahkan kegagalan dalam berproduksi.

Salah satunya adalah lapangan Kepodang di Blok Muriah, Jawa Tengah, yang berhenti operasi tahun lalu setelah Petronas Carigali Muriah Ltd gagal mendapatkan produksi optimal dari rencana kerja sampai 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih mengatakan, industri migas penuh risiko sehingga banyak produksi lapangan migas yang tidak sesuai perkiraan. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat tingkat keberhasilan eksplorasi hanya sekitar 22%. Artinya, apabila mengebor lima sumur minyak, peluang untuk mendapatkan minyak hanya ada di satu sumur. (Baca: Pertamina-Petronas Teken Kerjasama Bisnis Migas Jangka Panjang)

"Industri hulu migas adalah industri dengan risiko tinggi. Banyak produksi lapangan migas yang tidak sesuai perkiraan sehingga akhirnya eksplorasi dihentikan. Tidak semua kegiatan eksplorasi memberikan gambaran adanya cadangan yang cukup ekonomis untuk dikembangkan," ujar Susana, kepada sejumlah media di Jakarta, Senin (30/3).

Dia mengatakan kunci sukses keberhasilan kegiatan hulu migas adalah pada penyediaan data pendukung kegiatan eksplorasi. Karena itu, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan data bersifat open access. Untuk mendukung kebijakan yang dimulai sejak 2019 itu telah dilakukan road show ke sejumlah negara, yakni China, Thailand, Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, dan Australia. Hasilnya, ada sekitar 14 investor yang melihat data room, yaitu Repsol, Pertamina, Tately, Hk Jindi, Conrad, Inpex, CNOOC, CNPC, dan lainnya.

Sejumlah langkah juga sudah dilakukan agar produksi migas bisa semakin optimal, menuju 1 juta BOPD pada 2030, di mana kenaikan produksi gas adalah 2 (dua) kali lipat, yaitu dari realisasi produksi 7.232 MMSCFD di 2019 menjadi 12.300 MMSCFD produksi di 2030.

"SKK Migas melakukan strategi dengan mendorong para KKKS untuk melakukan kegiatan eksplorasi yang masif. Karena, kegiatan eksplorasi ini merupakan awal dan kunci dalam penemuan cadangan migas baru yang di kemudian hari dapat diproduksikan," ujarnya

Sementara itu, setelah ditinggalkan Petronas Carigali, rencananya lapangan Kepodang di Blok Muriah akan dioperasikan oleh Saka Energi. Melalui Saka Energi Muriah Ltd, anak usaha PT PGN itu telah bersepakat untuk mengambil alih 80% participating interest (PI) di Lapangan Kepodang, Blok Muriah dari Petronas. Kesepakatan itu diteken pada 30 Januari 2020. Dengan kesepakatan ini, Saka menguasai 100% PI di Blok Muriah tersebut.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menjelaskan, kesepakatan pengalihan PI kepada Saka Energi tersebut tidak membatalkan kewajiban Petronas dari kontrak yang telah disepakati sebelumnya. Pasalnya, selain berkongsi dengan Saka Energi, di Blok Muriah ini Petronas juga berkontrak dengan PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) untuk penjualan gas. (Baca juga: Rugikan Anak Usaha PGN Rp460 Triliun, SKK Migas Diminta Tegas ke Petronas)

Sejak kontrak berjalan pada 2015 lalu, Petronas selalu gagal memenuhi target pengiriman pasokan gas kepada KJG. Sesuai Gas Transportation Agreement (GTA), jumlah gas yang harus disalurkan Petronas ke Pipa Kalija I milik KJG mulai dari 2015 sebesar 104 mmscfd dengan ketetapan Ship or Pay (SOP).

Namun, gas yang disalurkan selalu di bawah kontrak sehingga sesuai kesepakatan yang telah diteken sebelumnya, untuk periode 2015-2017, Petronas wajib membayar denda senilai USD32,2 juta atau sekitar Rp460 miliar. Jumlah itu belum memperhitungkan denda tahun 2018 dan 2019. (Yanto Kusdiantono)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
SKK Migas Dorong Peningkatan...
SKK Migas Dorong Peningkatan Efek Berganda Hulu Migas Bagi Ekonomi Daerah
Investor Hulu Migas...
Investor Hulu Migas Asal Kanada Hengkang dari RI, Ini Alasannya
Reformasi Perizinan...
Reformasi Perizinan dan Efisiensi Rantai Suplai Jadi Fokus SKK Migas di 2026
SKK Migas dan Sucofindo...
SKK Migas dan Sucofindo Perkuat TKDN Pompa Industri Lokal
Terungkap! Cadangan...
Terungkap! Cadangan Migas RI Naik Jadi 131,2 Juta Barel
Berita Terkini
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
1 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
1 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
1 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
2 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
3 jam yang lalu
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
12 jam yang lalu
Infografis
Bacaan Niat Puasa Ramadan...
Bacaan Niat Puasa Ramadan untuk Harian dan Sebulan Penuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved