Lima Fokus Penataan Borobudur, Mulai Tempat Sampah hingga 'Rest Area' di Gerbang Klangon
Sabtu, 14 November 2020 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga adalah rumah swadaya, yang mana rumah warga juga bisa dijadikan sebagai home stay para wisatawan yang hendak berkunjung ke Borobudur.
"Di sana tadi ada 21 rumah yang diperbaiki sehingga penduduk tadi yang bisa nanti itu jalannya diperbaiki. Nanti juga ada TP3R-nya, ada sanitasinya kita perbaiki, sehingga wisatawan bisa tinggal disitu minimal satu kamar tidur sehingga penduduk bisa menikmati adanya wisatawan," ucapnya.
Keempat adalah Gerbang Klangon dan kelima adalah pelebaran pelebaran jalan di sekitar Gerbang Klangon yang diharapkan pada 6 Desember 2020 akan selesai pengerjaannya dan dapat berfungsi menjadi "rest area".
"Ada tempat foto-foto katanya bisa lihat lima gunung, yaitu Merapi, Merbabu, Menoreh dan sebagainya. Juga jalan-jalan tadi kita perbaiki, tadi lihat semua ini belum jadi karena nanti ada juga pintu masuk itu tidak dilebarkan tok tapi ditanami pohon yang tinggi-tinggi," katanya.
"Kemudian, pagar-pagar rumah penduduk sih pinginnya kita bikin kaya Trowulan zaman Majapahit, ini di Borobudur. Sehingga, wisatawan tidak kaget kok tahu-tahu sudah sampai Borobudur tapi diantarkan bahwa anda sudah masuk kawasan Borobudur," sambungnya.
"Di sana tadi ada 21 rumah yang diperbaiki sehingga penduduk tadi yang bisa nanti itu jalannya diperbaiki. Nanti juga ada TP3R-nya, ada sanitasinya kita perbaiki, sehingga wisatawan bisa tinggal disitu minimal satu kamar tidur sehingga penduduk bisa menikmati adanya wisatawan," ucapnya.
Keempat adalah Gerbang Klangon dan kelima adalah pelebaran pelebaran jalan di sekitar Gerbang Klangon yang diharapkan pada 6 Desember 2020 akan selesai pengerjaannya dan dapat berfungsi menjadi "rest area".
"Ada tempat foto-foto katanya bisa lihat lima gunung, yaitu Merapi, Merbabu, Menoreh dan sebagainya. Juga jalan-jalan tadi kita perbaiki, tadi lihat semua ini belum jadi karena nanti ada juga pintu masuk itu tidak dilebarkan tok tapi ditanami pohon yang tinggi-tinggi," katanya.
"Kemudian, pagar-pagar rumah penduduk sih pinginnya kita bikin kaya Trowulan zaman Majapahit, ini di Borobudur. Sehingga, wisatawan tidak kaget kok tahu-tahu sudah sampai Borobudur tapi diantarkan bahwa anda sudah masuk kawasan Borobudur," sambungnya.
Lihat Juga :