Siklus 20 Tahunan, Jangan Kaget Jika Nanti Harga Minyak Meroket Lagi
Sabtu, 14 November 2020 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi setelah melewati masa turunnya harga minyak, Rudi menerangkan harga minyak akan naik kembali. Bahkan saat harga minyak dunia naik kembali maka harganya berpotensi lebih tinggi dibandingkan masa-masa sebelumnya. "Dulu ada (harga minyak) top 60 (USD per barel), terus top 70, top 80, nanti bisa jadi juga top 100," tuturnya.
Karena itu Rudi berkeyakinan masa depan industri hulu migas masih tetap ada. Dia pun bercerita bahwa pada tahun 1980 sudah dikatakan minyak bumi akan habis dalam waktu 10 tahun. "Berarti berhenti di tahun 1990, kenyataannya sekarang 40 tahun kemudian malah berlebih. Cadangan dalam 30 tahun terakhir malah meningkat," bebernya.
Dijelaskan Rudi, sekarang ini minyak bumi bisa habis dalam 60 tahun ke depan jika terus disedot tanpa penemuan cadangan baru. "Tetapi 60 tahun tersebut akan jadi bertambah bila ada eksplorasi. Kapan eksplorasi dilakukan? Kalau harga minyak tinggi. Kapan harga minyak tinggi? Kalau minyak volumenya sudah rendah. Kapan volumenya rendah? Kalau produksinya turun. Kapan produksinya turun? Kalau cadangan dirasa sudah turun. Dan seterusnya setiap 20 tahun akan terjadi seperti itu," paparnya.
Terkait adanya transisi energi di dunia dari energi fosil yang mulai beralih ke energi terbarukan, menurut Rudi energi fosil masih akan tetap bertahan. Saat ini di tahun 2020 energi minyak, gas, dan batubara masih menguasai porsi energi dunia yaitu sebesar 85%. "EBT atau renewable energy memang naik, tetapi energi fosil masih 85 persen," katanya mengingatkan.
(Baca Juga: Menteri Arifin Lantik Jagoan Minyak ITB Jadi Dirjennya)
Karena itu Rudi berkeyakinan masa depan industri hulu migas masih tetap ada. Dia pun bercerita bahwa pada tahun 1980 sudah dikatakan minyak bumi akan habis dalam waktu 10 tahun. "Berarti berhenti di tahun 1990, kenyataannya sekarang 40 tahun kemudian malah berlebih. Cadangan dalam 30 tahun terakhir malah meningkat," bebernya.
Dijelaskan Rudi, sekarang ini minyak bumi bisa habis dalam 60 tahun ke depan jika terus disedot tanpa penemuan cadangan baru. "Tetapi 60 tahun tersebut akan jadi bertambah bila ada eksplorasi. Kapan eksplorasi dilakukan? Kalau harga minyak tinggi. Kapan harga minyak tinggi? Kalau minyak volumenya sudah rendah. Kapan volumenya rendah? Kalau produksinya turun. Kapan produksinya turun? Kalau cadangan dirasa sudah turun. Dan seterusnya setiap 20 tahun akan terjadi seperti itu," paparnya.
Terkait adanya transisi energi di dunia dari energi fosil yang mulai beralih ke energi terbarukan, menurut Rudi energi fosil masih akan tetap bertahan. Saat ini di tahun 2020 energi minyak, gas, dan batubara masih menguasai porsi energi dunia yaitu sebesar 85%. "EBT atau renewable energy memang naik, tetapi energi fosil masih 85 persen," katanya mengingatkan.
(Baca Juga: Menteri Arifin Lantik Jagoan Minyak ITB Jadi Dirjennya)
Lihat Juga :