Proyek Infrastruktur Dorong Pemulihan Ekonomi
Selasa, 17 November 2020 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan infrastruktur jalan tol, ada sembilan ruas sepanjang 350 kilometer (km) yang segera digarap dengan nilai sekitar Rp142,51 triliun. Pembangunan jalan tol memiliki peran penting sebagai backbone dalam konektivitas antar wilayah dan efisiensi biaya logistik di Indonesia. Oleh karena itu, percepatan pelaksanaan lelang sangat penting dalam mendukung pengembangan konektivitas dan aksesibilitas antar wilayah di Indonesia. "Kita meyakini hanya dengan ketersediaan konektivitas yang lebih baik, maka investasi dan penciptaan lapangan kerja akan menjadi lebih baik," Basuki.
Sembilan ruas tol itu adalah Kamal-Teluk-Naga-Rajeg (39,20 km) senilai Rp18,51 triliun, akses Patimban (37,7 km) senilai Rp 6,36 triliun. Kemudian ruas Bogor-Serpong melewati Parung (31,17 km) senilai Rp 8,95 triliun. Kemudian Sentul Selatan-Karawang Barat (61,50 km) dengan nilai investasi Rp 15,20 triliun, Semanan-Balaraja (32,39 km) senilai Rp 15,53 triliun, Harbour Toll Road Semarang (21,03 km) dengan investasi Rp 12,05 triliun. Juga ruas Cikunir-Karawaci (40 km) senilai Rp 26,15 triliun, Cikunir-Ulujami elevated (21,50 km) dengan nilai investasi Rp 20,05 triliun dan Gilimanuk - Mengwi (95,51 km) dengan investasi Rp 19,71 triliun.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, anggaran infrastruktur ditetapkan sebesar Rp413,8 triliun. Anggaran itu lebih besar dibandingkan alokasi anggaran pada 2020 yang hanya Rp281,1 triliun. Besarnya anggaran infrastruktur itu, karena pemerintah ingin mengejar beberapa proyek yang tertunda akibat pandemi Covid-19. (Lihat videonya: Arab Saudi tutup Kembali Izin Umrah untuk Jamaah Indonesia)
Menkeu mengungkapkan, kenaikan anggaran infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengakselerasi pemulihan ekonomi. Selain itu, agar terjadi pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok Inedonesia. "Mulai jalan, konektivitas jembatan, bandara, kereta api, air dan energi," tegasnya. (Michelle Natalia)
Sembilan ruas tol itu adalah Kamal-Teluk-Naga-Rajeg (39,20 km) senilai Rp18,51 triliun, akses Patimban (37,7 km) senilai Rp 6,36 triliun. Kemudian ruas Bogor-Serpong melewati Parung (31,17 km) senilai Rp 8,95 triliun. Kemudian Sentul Selatan-Karawang Barat (61,50 km) dengan nilai investasi Rp 15,20 triliun, Semanan-Balaraja (32,39 km) senilai Rp 15,53 triliun, Harbour Toll Road Semarang (21,03 km) dengan investasi Rp 12,05 triliun. Juga ruas Cikunir-Karawaci (40 km) senilai Rp 26,15 triliun, Cikunir-Ulujami elevated (21,50 km) dengan nilai investasi Rp 20,05 triliun dan Gilimanuk - Mengwi (95,51 km) dengan investasi Rp 19,71 triliun.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, anggaran infrastruktur ditetapkan sebesar Rp413,8 triliun. Anggaran itu lebih besar dibandingkan alokasi anggaran pada 2020 yang hanya Rp281,1 triliun. Besarnya anggaran infrastruktur itu, karena pemerintah ingin mengejar beberapa proyek yang tertunda akibat pandemi Covid-19. (Lihat videonya: Arab Saudi tutup Kembali Izin Umrah untuk Jamaah Indonesia)
Menkeu mengungkapkan, kenaikan anggaran infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengakselerasi pemulihan ekonomi. Selain itu, agar terjadi pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok Inedonesia. "Mulai jalan, konektivitas jembatan, bandara, kereta api, air dan energi," tegasnya. (Michelle Natalia)
(ysw)
Lihat Juga :