IHSG Diprediksi Reli, 7 Saham Ini Layak Dikoleksi
Selasa, 17 November 2020 - 07:47 WIB
loading...
IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diprediksi akan melanjutkan penguatan atau reli. Analis memperkirakan indeks akan bergerak di kisaran 5.381-5.529.
Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan indikator, MACD, stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif.
(Baca juga: Google dan Temasek Dikabarkan Borong Saham Tokopedia )
"Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujar Nafan dalam risetnya, Selasa (17/11/2020). Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada 5.381,95 hingga 5.529,96.
Sebelumnya pada penutupan perdagangan Senin (16/11/2020), IHSG menguat 0,62 persen ke 5.494. Terdapat 263 saham menguat, 179 saham melemah dan 165 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp10,02 triliun dari 14,03 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
(Baca juga: Cara BI Memandang Tren Surplus Neraca Perdagangan )
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
1. AALI
Terlihat pola bearish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area 11175 – 11325, dengan target harga di level 10850. Resistance: 11575.
2. BJBR
Terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level 1310 – 1350, dengan target harga di level 1260. Resistance: 1350 & 1400.
3. BMRI
Pergerakan harga saham menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 6050 – 6200, dengan target harga secara bertahap di level 6350, 6575 dan 7550. Support: 6050 & 5600.
4. BRPT
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan kedepan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 925 - 935, dengan target harga secara bertahap di level 960, 990 dan 1035. Support: 910 & 890.
5. DOID
Terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan saham. “Akumulasi Beli” pada area level 250 - 260, dengan target harga secara bertahap di level 264, 282 dan 298. Support: 250 & 246.
6. HEAL
Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level 3540 – 3700, dengan target harga di level 3460. Resistance: 3700 & 3800.
7. SSIA
Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level 550 – 560, dengan target harga di level 535. Resistance: 575.
Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan indikator, MACD, stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif.
(Baca juga: Google dan Temasek Dikabarkan Borong Saham Tokopedia )
"Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujar Nafan dalam risetnya, Selasa (17/11/2020). Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada 5.381,95 hingga 5.529,96.
Sebelumnya pada penutupan perdagangan Senin (16/11/2020), IHSG menguat 0,62 persen ke 5.494. Terdapat 263 saham menguat, 179 saham melemah dan 165 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp10,02 triliun dari 14,03 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
(Baca juga: Cara BI Memandang Tren Surplus Neraca Perdagangan )
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
1. AALI
Terlihat pola bearish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area 11175 – 11325, dengan target harga di level 10850. Resistance: 11575.
2. BJBR
Terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level 1310 – 1350, dengan target harga di level 1260. Resistance: 1350 & 1400.
3. BMRI
Pergerakan harga saham menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 6050 – 6200, dengan target harga secara bertahap di level 6350, 6575 dan 7550. Support: 6050 & 5600.
4. BRPT
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan kedepan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 925 - 935, dengan target harga secara bertahap di level 960, 990 dan 1035. Support: 910 & 890.
5. DOID
Terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan saham. “Akumulasi Beli” pada area level 250 - 260, dengan target harga secara bertahap di level 264, 282 dan 298. Support: 250 & 246.
6. HEAL
Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level 3540 – 3700, dengan target harga di level 3460. Resistance: 3700 & 3800.
7. SSIA
Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level 550 – 560, dengan target harga di level 535. Resistance: 575.
(ind)
Lihat Juga :