Ciptakan Pasar Baru Energi Terbarukan melalui Program REBID dan REBED

Rabu, 18 November 2020 - 13:40 WIB
loading...
Ciptakan Pasar Baru...
Direktur Bioenergi, Andriah Feby Misna dalam panel diskusi oleh Telkom University bertajuk Sustainability Energy dan Talenta untuk Indonesia Maju secara virtual, Selasa (17/11/2020).
A A A
JAKARTA - Renewable Energy Based Industrial Development (REBID) dan Renewable Energy Based Economic Development (REBED) menjadi program akselerasi pengembangan EBT yang terus digenjot guna mengejar target Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) bauran energi sebesar 23% di tahun 2025.

“Kita mempunyai potensi yang cukup besar tapi hingga saat ini pemanfaatannya masih rendah. Saat ini kalau kita melihat capaian masih jauh dari target yang telah ditetapkan di tahun 2025 sebesar 23%. Tahun 2020 ini kurang lebih kita mencapai 11% dari yang ditargetkan. Capaian ini umumnya berasal dari PLTA, PLTP dan biofuel. Jadi 3 komoditi ini yang mendominasi, kedepannya Pemerintah akan dorong pengembangan pembangkit dari sumber EBT lainnya,” tutur Direktur Bioenergi, Andriah Feby Misna dalam panel diskusi oleh Telkom University bertajuk “Sustainability Energy dan Talenta untuk Indonesia Maju” secara virtual, Selasa (17/11/2020).

Feby menyebutkan program pengembangan EBT yang pertama sekali adalah penciptaan pasar baru untuk energi terbarukan melalui program REBID dan REBED. REBID dilaksanakan melalui pengembangan potensi PLTA dan PLTP skala besar yang terintegrasi dengan pengembangan industri serta sinergitas pengembangan EBT dengan pengembangan kluster ekonomi.

Tujuan utamanya adalah pemanfaatan EBT skala besar untuk menciptakan pertumbuhan industri sebagai upaya menghasilkan produk global. Beberapa perkembangan PLTA melalui skema REBID antara lain PLTA Kayan 9.000 MW untuk industri manufaktur (persiapan konstruksi), PLTA Mentarang 1.375 MW untuk industri smelter (FS dan perizinan), rencana pengembangan PLTA Sembakung 250 MW dan PLTA Bahao 1.300 MW.

Selain PLTA, program REBID juga diimplementasikan untuk pembangkit listrik berbasis panas bumi. Adapun rencana perkembangan PLTP dengan skema REBID antara lain PLTP Hamiding 200 MW di Halmahera, PLTP Jailolo 30 MW di Halmahera, PLTP Songa Wayaua 10 MW di Bacan, PLTP Blawan Ijen 165 MW di Jawa Timur, dan PLTP Arjuno Welirang 180 MW di Jawa Timur.

Sementara itu, REBED merupakan program penggunaan EBT untuk memacu perekonomian wilayah termasuk pada lokasi 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal). Lebih rinci Feby menguraikan implementasi program pengembangan EBT melalui skema REBED, antara lain pengembangan micro grid untuk mengembangkan kluster ekonomi terpadu di pulau-pulau kecil, pengembangan PLTS untuk cold storage, pengembangan PLTBm skala kecil berbasis potensi bahan baku lokal, pengembangan Proyek PLTP sesuai dengan Program Flores Geothermal Island dan isolated-system lainnya, konversi PLTD menjadi PLT EBT secara bertahap, serta perencanaan dan pembangunan penyediaan listrik di wilayah 3T.

“Tentunya selain kedua program di atas, Pemerintah juga mengupayakan program-program yang lain. Kami mengharapkan peranan akademisi dalam penelitian dan pengembangan teknologi untuk mendukung akselerasi pengembangan EBT ini. Generasi muda menjadi pelopor penerapan EBTKE di tanah air melalui inovasi,” pungkas Feby.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
DDPI Group Raih Sejumlah...
DDPI Group Raih Sejumlah Penghargaan di TOP CSR Awards 2026
Pemerintah Kebut 17...
Pemerintah Kebut 17 Gigawatt PLTS Terbangun Tahun Ini
Stok Batu Bara Pembangkit...
Stok Batu Bara Pembangkit PLN Tahan 15,9 Hari, Pasokan LNG 12 Hari
Cadangan Batubara Pembangkit...
Cadangan Batubara Pembangkit PLN Capai 19 Hari, Dijamin Aman Sambut Lebaran 2026
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Gerakan Musyawarah Revitalisasi...
Gerakan Musyawarah Revitalisasi Pangan Lokal Digagas di Cinere
Blackout Sumatera Harus...
Blackout Sumatera Harus Jadi Alarm Penguatan Transmisi
Rekomendasi
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Berita Terkini
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved