Mentan Sebut Importir Itu Seperti Dagang Kertas: Dapat Uang Banyak tanpa Keringat

loading...
Mentan Sebut Importir Itu Seperti Dagang Kertas: Dapat Uang Banyak tanpa Keringat
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo buka-bukaan tentang kebijakan impor pangan. Mentan Syahrul mengaku jika pada dasarnya dirinya tidak menyukai kebijakan importasi komoditas pangan.

Menurut Syahrul, beberapa komoditas pangan yang masih bisa diproduksi di dalam negeri ada baiknya tidak perlu diimpor. Hal ini sudah dia jalankan ketika masih menjadi kepala daerah di Sulawesi. (Baca juga:Stok 11 Pangan Pokok Aman Sampai Akhir Tahun, Ini Rinciannya)

"Terus terang saya tidak suka dengan impor, selama menjadi kepala daerah saya tegas menolak itu," ujarnya dalam acara Food Security Summit virtual, Rabu (18/11/2020).

Namun lanjut Syahrul, secara keseluruhan impor boleh saja dilakukan. Karena sebagai sebuah negara, tidak boleh menutup diri dari negara lainnya di dunia.



Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan daya saing produk dalam negeri. Jadi, beberapa komoditas pangan bisa diganti dengan produk dalam negeri yang kualitasnya sama dengan harga yang lebih murah.

"Orang kalau impor, dagang kertas dapat uang banyak tidak berkeringat. Itu hal yang saya tidak setuju seperti itu," kata Syahrul.

Oleh karena itu lanjut Syahrul, dirinya meminta kepada para pengusaha untuk mendukung pemerintah dalam membenahi kualitas dan produktivitas pertanian dalam negeri. Misalnya adalah dengan memperkuat riset dan penelitian pertanian. (Baca juga:2 Kali Rangkaian Kereta Penumpang KA Gajayana Meluncur Sendiri, Ada Aroma Mistis?)



"Tapi, kalau berhenti di situ, dan pasca-panennya tidak disentuh tentu kita tidak bisa bersaing," ucapnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top