Dukung Pemulihan Suku Bunga Dipangkas

Jum'at, 20 November 2020 - 06:03 WIB
loading...
A A A
Dengan diturunkannya suku bunga acuan tersebut, Perry meminta perbankan segera menurunkan suku bunga kredit. "BI telah melakukan quantative easing sangat besar. Karena itu, melalui forum ini kami terus dan tidak segan-segannya mengharapkan perbankan menurunkan suku bunga kredit untuk mendorong ekonomi," ujarnya.

Menurut Perry, kondisi dunia usaha kini telah membaik. Hal ini dilihatnya dari kinerja ekspor yang mulai meningkat sehingga sudah saatnya perbankan mulai memberikan kredit kembali ke dunia usaha. "Sudah saatnya ini penyaluran kredit terus didorong, sudah saatnya membangun optimisme. Sudah saatnya kita untuk meningkatkan ekonomi," imbuhnya.

Perry mengungkapkan, belum turunnya suku bunga kredit karena perbankan masih meningkatkan pencadangan terkait dengan risiko kredit yang juga meningkat di tengah pandemi. "Risiko kredit itu meningkat dan itu tentu saja sejumlah bank meningkatkan kebutuhan untuk pencadangan risiko kredit. Ini faktor-faktor penyebab suku bunga kredit belum turun," urainya. (Baca juga: Tips Agar Anak Betah di Rumah Selama Pandemi)

Peneliti Indef Nailul Huda menilai, langkah BI dalam menurunkan suku bunga bisa dibilang berani di tengah kondisi pandemi. Apalagi di tengah kemungkinan besar ekonomi AS yang membaik usai Joe Biden terpilih menjadi presiden Amerika Serikat (AS). Namun, Huda meyakini penurunan suku bunga itu akan membawa efek positif ke sektor riil dan bisa menggenjot permintaan kredit yang saat ini masih lesu. "Kita harap perbankan dapat merespons dengan menurunkan suku bunga kreditnya serta bisa meningkatkan konsumsi masyarakat," desaknya.

Hal yang perlu diwaspadai dari kebijakan tersebut, ujar Huda, dampak negatifnya Indonesia bukan negara yang menarik sebagai tempat investasi di sektor keuangan. "Imbal balik (yield) menjadi rendah. Akibatnya permintaan rupiah akan turun dan bisa menyebabkan rupiah terkapar," sebutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Berita Terkini
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved