Menteri Wishnutama Pastikan Industri Parekraf Terapkan CHSE
Senin, 23 November 2020 - 17:24 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kunjungannya, Menparekraf Wishnutama menerapkan secara ketat alur CHSE. Sebelum masuk semua pengunjung diminta untuk mencuci tangan, cek suhu, dan antre berjarak dengan signage yang jelas. Proses pemesanan minuman, pembuatan minuman, penyajian makanan kecil, pembayaran, juga sudah dipastikan memenuhi empat dimensi audit CHSE. "Secara umum pelaksanaannya (protokol kesehatan) sangat baik, aman, sesuai dengan yang diperlukan saat ini sehingga semua para pelaku usaha di sektor pariwisata termasuk restoran hotel, kedai Kopi, bisa bangkit kembali," kata Wishnutama.
"Sekali lagi, dalam kondisi sekarang ini seperti yang disampaikan presiden, kesehatan harus dijaga dan kita harus hambatan penyebaran Covid-19 tapi ekonomi harus tetap berjalan. Untuk itu kita harus dapat melakukan apa yang kita apa yang diterapkan di sini, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan sebagainya, itu yang penting. Kadang-kadang sederhana tapi kenyataannya pelaksanaannya tidak disiplin. Ini kita harus dorong terus agar jauh lebih baik," kata Wishnutama lagi.
Baca Juga: Kemenparekraf Siap Gelar Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2020
Selain mengutamakan sertifikasi CHSE, Wishnutama menuturkan kunjungannya ke Toko Kopi Tuku ini sekaligus turut serta mempromosikan industri kopi Indonesia. Mengingat gerai tersebut menggunakan bahan dasar produk kopi asli dari Indonesia, sehingga ini juga mendukung program Bangga Buatan Indonesia. "Kopi menjadi salah satu kekuatan yang bisa menjadi daya tarik pariwisata Indonesia dan ini (wisata kopi) akan jadi salah satu program unggulan ke depan untuk menciptakan daya tarik pariwisata," kata Wishnutama.
![Menteri Wishnutama Pastikan Industri Parekraf Terapkan CHSE]()
Direktur Toko Kopi Tuku, Andanu Prasetyo, menuturkan sertifikasi ini akan sangat membantu bisnisnya sehingga makin dipercaya karena pelanggan tidak perlu khawatir untuk datang ke toko kopinya. “Proses pendaftarannya juga sangat mudah, informasinya jelas. Dengan sertifikasi CHSE, kami siap dan akan berupaya menjamin kesehatan, keselamatan, dan keamanan tiap orang yang berkunjung ke toko kopi kami,” kata Andanu Prasetyo yang biasa disapa Tyo.
"Sekali lagi, dalam kondisi sekarang ini seperti yang disampaikan presiden, kesehatan harus dijaga dan kita harus hambatan penyebaran Covid-19 tapi ekonomi harus tetap berjalan. Untuk itu kita harus dapat melakukan apa yang kita apa yang diterapkan di sini, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan sebagainya, itu yang penting. Kadang-kadang sederhana tapi kenyataannya pelaksanaannya tidak disiplin. Ini kita harus dorong terus agar jauh lebih baik," kata Wishnutama lagi.
Baca Juga: Kemenparekraf Siap Gelar Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2020
Selain mengutamakan sertifikasi CHSE, Wishnutama menuturkan kunjungannya ke Toko Kopi Tuku ini sekaligus turut serta mempromosikan industri kopi Indonesia. Mengingat gerai tersebut menggunakan bahan dasar produk kopi asli dari Indonesia, sehingga ini juga mendukung program Bangga Buatan Indonesia. "Kopi menjadi salah satu kekuatan yang bisa menjadi daya tarik pariwisata Indonesia dan ini (wisata kopi) akan jadi salah satu program unggulan ke depan untuk menciptakan daya tarik pariwisata," kata Wishnutama.

Direktur Toko Kopi Tuku, Andanu Prasetyo, menuturkan sertifikasi ini akan sangat membantu bisnisnya sehingga makin dipercaya karena pelanggan tidak perlu khawatir untuk datang ke toko kopinya. “Proses pendaftarannya juga sangat mudah, informasinya jelas. Dengan sertifikasi CHSE, kami siap dan akan berupaya menjamin kesehatan, keselamatan, dan keamanan tiap orang yang berkunjung ke toko kopi kami,” kata Andanu Prasetyo yang biasa disapa Tyo.
Lihat Juga :