Langkah Berat IHSG Menembus Level 6.000 di Akhir Tahun

Selasa, 24 November 2020 - 08:51 WIB
loading...
Langkah Berat IHSG Menembus...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih perlu upaya keras agar bisa menembus level 6.000 di akhir tahun. Banyak aral menghalang buat indeks untuk menembus level tertinggi itu.

Pengamat pasar modal Oktavianus Audi menilai, peluang IHSG mencapai 6.000 masih cukup berat. Jika, fondasi ekonomi Indonesia belum kuat maka belum bisa mendorong penguataan indeks pada level 6.000.

( Baca juga:Diburu Asing, IHSG Melesat Ditutup di Atas 5.600 )

"Akhir tahun ini memang ada peluan, cuma masih berat karena dasarnya secara fundamental harus kuat," kata Oktavianus dalam acara Market IDX, Jakarta, Senin (23/11/2020).

Menurut Oktavianus, agar IHSG bisa menembus level 6.000 maka harus ditopang dengan ekonomi yang kuat. Salah satunya memperbaiki pertumbuhan ekonomi agar positif.

"Kalau mencapai peaknya 5.600 dan 5.800 di akhir tahun. Jadi 5778 dan koreksi pasti ada di akhir tahun nanti," katanya.

( Baca juga:WhatsApp Kedatangan Dua Fitur Baru, Apalagi? )

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pasar saham bisa kembali pulih dari efek pandemi ini. Bahkan, indeks diperkirkan bisa kembali menembus level 6.000.

Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan, untuk menembus level 6.000 tidak akan membutuhkan waktu yang lama. "Sekarang saham sudah kembali di atas 5.000, kami yakin bisa normal kembali 6.000 dalam waktu tidak terlalu lama," katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Rekomendasi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Berita Terkini
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved