Siapa Bilang Daya Beli Merosot? Rumah Rp30 Miliar Ludes Terjual
Selasa, 24 November 2020 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Kiat Pengembang Bangkitkan Sektor Properti di Tengah Pandemi COVID-19 )
Menurut dia, orang-orang super kaya yang biasa dijuluki para Sultan itu, tak terpengaruh dengan kenaikan harga, pajak, suku bunga maupuna indikator ekonomi yang lain.“Yang memengaruhi mereka justru persoalan sosial, keamanan dan politik. Bahkan, terkadang mereka ingin membeli sesuatu tetapi barangnya tidak ada,”paparnya. Suherman meyakini, kondisi ekonomi nasional saat ini justru memunculkan orang-orang kaya baru.
Hal tersebut didorong oleh melambungnya pasar saham domestik, sehingga banyak investor yang meraih untung besar. Juga munculnya sosok-sosok muda dengan penghasilan puluhan miliar dari konten digital. ”Nah mereka-mereka inilah yang kemudian menarik masyarakat dibawahnya ikut naik kelas,”tuturnya.
(Baca Juga : Catat Nilai Transaksi Rp490 Triliun, Sektor Properti Menunjukkan Pemulihan )
Sehingga tak heran jika properti dengan harga Rp2 miliar ke atas selalu laris terjual dalam waktu singkat. Pembelinya pun dari kalangan muda. “Kelas menengah baru, atau orang-orang kaya baru jumlahnya meningkat setiap tahun, termasuk dari anak-anak muda yang berinvestasi di saham, konten kreator, hingga yang mendapat warisan dari orang tuanya,”ujar Suherman.
Menurut dia, orang-orang super kaya yang biasa dijuluki para Sultan itu, tak terpengaruh dengan kenaikan harga, pajak, suku bunga maupuna indikator ekonomi yang lain.“Yang memengaruhi mereka justru persoalan sosial, keamanan dan politik. Bahkan, terkadang mereka ingin membeli sesuatu tetapi barangnya tidak ada,”paparnya. Suherman meyakini, kondisi ekonomi nasional saat ini justru memunculkan orang-orang kaya baru.
Hal tersebut didorong oleh melambungnya pasar saham domestik, sehingga banyak investor yang meraih untung besar. Juga munculnya sosok-sosok muda dengan penghasilan puluhan miliar dari konten digital. ”Nah mereka-mereka inilah yang kemudian menarik masyarakat dibawahnya ikut naik kelas,”tuturnya.
(Baca Juga : Catat Nilai Transaksi Rp490 Triliun, Sektor Properti Menunjukkan Pemulihan )
Sehingga tak heran jika properti dengan harga Rp2 miliar ke atas selalu laris terjual dalam waktu singkat. Pembelinya pun dari kalangan muda. “Kelas menengah baru, atau orang-orang kaya baru jumlahnya meningkat setiap tahun, termasuk dari anak-anak muda yang berinvestasi di saham, konten kreator, hingga yang mendapat warisan dari orang tuanya,”ujar Suherman.
(ton)
Lihat Juga :