KFC Sempoyongan, Tanggung Rugi Rp283 Miliar
Sabtu, 28 November 2020 - 09:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Hanya Terjadi Saat Resesi, Burger King Viral Jualan KFC
Adapun perusahaan dikelola dan diklasifikasikan aktivitas usahanya secara geografis yang terdiri atas beberapa Restaurant Support Center (RSC) seperti Jakarta, Medan, Batam, Makassar, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Palembang dan Balikpapan.
Divisi usaha yang disajikan terpisah dalam pelaporan informasi segmen operasi adalah RSC Jakarta, RSC Medan, RSC Makassar, RSC Palembang dan RSC Bandung, dimana RSC Jakarta berkontribusi terhadap pendapatan paling besar, yaitu sebesar Rp1,27 triliun. dan selanjutnya RSC Makassar dengan nilai Rp417,35 miliar.
Baca Juga: KFC pun Ikut Promosikan dan Gandeng Brand Lokal
Fast Food Indonesia mencatatkan adanya penurunan beban pokok penjualan sebesar 22,38 persen menjadi Rp1,45 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,87 triliun. Selain itu, perseroan juga mencatat adanya penurunan beban umum dan administrasi menjadi Rp451 miliar dari sebelumnya Rp471,8 miliar. FAST mencatatkan liabilitas sebesar Rp2,14 triliun dan ekuitas Rp1,37 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp3,51 triliun dibanding periode Desember 2019 sebesar Rp3,40 triliun.
Adapun perusahaan dikelola dan diklasifikasikan aktivitas usahanya secara geografis yang terdiri atas beberapa Restaurant Support Center (RSC) seperti Jakarta, Medan, Batam, Makassar, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Palembang dan Balikpapan.
Divisi usaha yang disajikan terpisah dalam pelaporan informasi segmen operasi adalah RSC Jakarta, RSC Medan, RSC Makassar, RSC Palembang dan RSC Bandung, dimana RSC Jakarta berkontribusi terhadap pendapatan paling besar, yaitu sebesar Rp1,27 triliun. dan selanjutnya RSC Makassar dengan nilai Rp417,35 miliar.
Baca Juga: KFC pun Ikut Promosikan dan Gandeng Brand Lokal
Fast Food Indonesia mencatatkan adanya penurunan beban pokok penjualan sebesar 22,38 persen menjadi Rp1,45 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,87 triliun. Selain itu, perseroan juga mencatat adanya penurunan beban umum dan administrasi menjadi Rp451 miliar dari sebelumnya Rp471,8 miliar. FAST mencatatkan liabilitas sebesar Rp2,14 triliun dan ekuitas Rp1,37 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp3,51 triliun dibanding periode Desember 2019 sebesar Rp3,40 triliun.
(nng)
Lihat Juga :