BRI Sabet Penghargaan The Most Resilient BUMN, The Best CEO, dan The Best CFO
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:53 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam situasi yang tidak mudah ini, teman-teman di seluruh unit kerja BRI tetap semangat melakukan restrukturisasi menyelamatkan nasabah UMKM. Karena sesungguhnya menyelamatkan UMKM adalah menyelamatkan BRI itu sendiri. Karena porsi UMKM terhadap PDB adalah 68 persen, maka menyelamatkan UMKM juga sama dengan menyelamatkan perekonomian indonesia,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo berkata penghargaan yang diraih akan menjadi motivasi agar pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih baik lagi ke depannya.
“Penghargaan ini jadi sebuah alat introspeksi untuk lakukan perbaikan-perbaikan, meningkatkan kualitas layanan, dan memberi nilai tambah kepada seluruh stakeholder. Terima kasih atas kepercayaannya kepada kami, dan kami akan terus komitmen terus tumbuh ke depan menjadi perusahaan yang menjawab kepercayaan publik,” ujar Haru.
Dalam sambutan di acara penganugerahan penghargaan tersebut, Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto menyebut bahwa di masa pandemi Covid-19 banyak BUMN yang harus menunjukkan kemampuan ekstra demi bertahan, berinovasi, serta beradaptasi untuk menjaga kinerja perusahaan. Upaya ekstra dibutuhkan karena bisnis 90 persen BUMN terdampak pandemi Covid-19.
“Banyak BUMN yang berusaha survive di masa pandemi ini dan berupaya keluar dari tekanan pandemi dengan mengambil langkah-langkah penting dan strategis agar kinerja tidak terhadang oleh berbagai keterbatasan yang muncul, dan tidak terperosok mengalami kerugian lebih dalam. Sebagai agen pembangunan, BUMN juga terus menjalankan fungsi sosial dengan turut aktif berpartisipasi dalam membantu pemerintah menangani dan mengatasi pandemi ini secara langsung dan tidak langsung,” kata Susyanto.
Meski menjalani masa sulit, hingga kuartal III tahun ini BRI masih mampu mencatatkan kinerja yang positif. Hal ini tercermin dari nilai aset BRI yang tetap tumbuh 10,89 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp1.447,85 triliun. Pada periode yang sama, laba perusahaan terhitung sebesar Rp14,15 triliun.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo berkata penghargaan yang diraih akan menjadi motivasi agar pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih baik lagi ke depannya.
“Penghargaan ini jadi sebuah alat introspeksi untuk lakukan perbaikan-perbaikan, meningkatkan kualitas layanan, dan memberi nilai tambah kepada seluruh stakeholder. Terima kasih atas kepercayaannya kepada kami, dan kami akan terus komitmen terus tumbuh ke depan menjadi perusahaan yang menjawab kepercayaan publik,” ujar Haru.
Dalam sambutan di acara penganugerahan penghargaan tersebut, Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto menyebut bahwa di masa pandemi Covid-19 banyak BUMN yang harus menunjukkan kemampuan ekstra demi bertahan, berinovasi, serta beradaptasi untuk menjaga kinerja perusahaan. Upaya ekstra dibutuhkan karena bisnis 90 persen BUMN terdampak pandemi Covid-19.
“Banyak BUMN yang berusaha survive di masa pandemi ini dan berupaya keluar dari tekanan pandemi dengan mengambil langkah-langkah penting dan strategis agar kinerja tidak terhadang oleh berbagai keterbatasan yang muncul, dan tidak terperosok mengalami kerugian lebih dalam. Sebagai agen pembangunan, BUMN juga terus menjalankan fungsi sosial dengan turut aktif berpartisipasi dalam membantu pemerintah menangani dan mengatasi pandemi ini secara langsung dan tidak langsung,” kata Susyanto.
Meski menjalani masa sulit, hingga kuartal III tahun ini BRI masih mampu mencatatkan kinerja yang positif. Hal ini tercermin dari nilai aset BRI yang tetap tumbuh 10,89 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp1.447,85 triliun. Pada periode yang sama, laba perusahaan terhitung sebesar Rp14,15 triliun.
Lihat Juga :