John Wempi Wetipo: Otsus Dianggap Gagal karena Pejabat Daerah Tidak Transparan

Rabu, 02 Desember 2020 - 19:26 WIB
loading...
John Wempi Wetipo: Otsus...
Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat John Wempi Wetipo. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kebijakan Otonomi Khusus atau Otsus menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua. Selama delapan belas tahun dana yang sudah mengucur di Papua dan Papua Barat telah mencapai Rp126,99 Triliun.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat John Wempi Wetipo mengatakan bahwa kehadiran dana Otsus agar mayarakat aseli Papua menjadi tuan dirumah sendiri. Di samping itu dana Otsus juga dimaksudkan untuk mendorong infrastruktur lebih maju.

Sebab itu, pemerintah pusat khususnya di era Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus kepada Papua dan Papua Barat. Bgamaina tidak, dana yang diberikan sebesar Rp1,38 triliun sejak 2002 meningkat hingga 10 kali lipat pada 2020 menjadi Rp13,05 triliun.

"Kalau ada penilaian Otsus gagal, bukan karena Otsusnya tapi lebih kepada pejabat daerah tidak transparan dan tidak bisa mengeksekusi menjalankan amanat karena secara konsep Otsus sudah bagus," ujar dia saat diskusi Webinar bertajuk Otsus Untuk Memerdekakan Papua, baru-baru ini.

Baca Juga: John Wempi Wetipo: Dana Otsus Papua Dievaluasi Biar Nggak Bocor

Pada kesempatan yang sama, Tokoh Senior Papua Freedy Numbery mengatakan konsep kebijakan Otsus merupakan langkah hebat. Namun apabila kebijakan hebat tersebut tidak diikuti dengan birokrasi yang baik dari pemerintah daerah menjadi amburadul. "Kita perlu ubah pendekatan, Otsus sudah baik, tapi perlu pendekatan tepat dan pengawasan lebih baik," ucap Freedy.

Wakil Ketua Stering Komite Tim Penyusunan Otonomi Khusus Papua 2001 Balthasar Kambuaya menjelaskan, Otsus yang dihadirkan menggunakan pendekatan kesejahteraan di mana sebelumnya pendekatan terpusat sentralistik telah gagal meningkatkan taraf hidup orang asli Papua. "Tujuan Otsus waktu itu ingin Papua keluar dari kemiskinan, memerdekan Papua dari ancaman kemiskinan, belenggu ketertinggalan, ketakutan, penindasan, diskriminasi," ujar Balthasar.

Baca Juga: Dukung Otsus Berlanjut, Tokoh Muslim Papua : Waspadai Politik Baku Tipu

Wakil Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo menandaskan Otsus sudah memberi manfaat besar. Banyak anak muda Papua bisa sekolah ke luar negeri. Akses kesehatan yang lebih baik. Sayangnya, berbagai kelebihan itu, tidak disosialisasikan dengan baik oleh pemerintah provinsi.

Meski masih ada kekurangan, kehadiran Otsus memberikan manfaat yang begitu besar yang difokuskan untuk empat program prioritas seperti, aspek pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Itu menjadi bukti, bahwa perhatian Pemerintah Pusat ke Papua begitu besar. Kita belum pernah melakukan evaluasi assessment tapi sudah sampai pada kesimpulan gagal tak beri manfaat, ini kekeliruan besar dan dikampanyekan masif kelompok anti negara," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Stok Ikan Melimpah,...
Stok Ikan Melimpah, KNMP Dapat Kembalikan Kejayaan Papua sebagai Lumbung Tuna
Penerbangan di Papua...
Penerbangan di Papua Rawan Penyerangan, Kemenhub Hentikan Operasional di 11 Bandara
Perlindungan Asuransi...
Perlindungan Asuransi Jangkau Papua, Jasindo: Tak Boleh Berhenti di Kota Besar Saja
Dukung Pembangunan di...
Dukung Pembangunan di Indonesia Timur, Askrindo Bersinergi dengan Bank Papua
Didukung Pertamina UMK...
Didukung Pertamina UMK Academy, Sasagu Bawa Olahan Pangan Lokal Papua Go Global
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved