Punya Duit Pas-pasan, Masyarakat Ini Lebih Banyak Belanja Selama Pandemi

Rabu, 02 Desember 2020 - 23:54 WIB
loading...
Punya Duit Pas-pasan,...
Menurut ekonom sekaligus Komisaris Utama Bank Mandiri Moh Chatib Basri ada perubahan pola pengeluaran selama pandemi. Dimana Kelompok dengan pendapatan rendah berbelanja lebih banyak selama pandemi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kelompok dengan pendapatan rendah berbelanja lebih banyak selama pandemi, dengan dominasi belanja berupa pangan. Menurut ekonom sekaligus Komisaris Utama Bank Mandiri, Moh Chatib Basri ada perubahan pola pengeluaran selama pandemi .

“Yang belanja itu kelompok bawah, yang kaya tidak belanja, kenapa karena dia mengurangi konsumsi non-ensesialnya,” kata Chatib dalam webinar bertajuk Dunia Pasca Covid Ada Apa dengan 2021 Rabu (2/12/2020).

Chatib mengatakan, data tersebut merupakan data Office of Chief Economist Bank Mandiri. Pengeluaran kelompok kaya turun ke angka 69,7% dari posisi normal 100 persen dan kelompok menengah mengurangi belanja hingga di angka 72,4%. Sedangkan kelompok miskin meski turun, pengeluaran yang didominasi makanan masih berada di angka 84,2%.

(Baca Juga: Neobank Jadi Penantang Serius Fintech di Masa Depan )

Dalam data Tim Ekonomi Bank Mandiri tersebut dipaparkan kelompok dengan pendapatan tetap, yaitu orang yang mendapat gaji, hampir tidak terdampak pandemi.

“Tetapi kalau kita melihat mereka yang berada di sektor informal, income-nya 70% dari kondisi normal, berarti covid ini membuat pendapatannya turun sekitar 30 persen, dan dunia usaha atau UMKM 15 persen lebih rendah,” jelas Chatib.

Oleh karena itu, kebijakan pemerintah, sebaiknya difokuskan untuk dua kelompok terdampak dan menjaga kelompok miskin agar tetap bisa berbelanja makanan. Selain itu perlu mendorong kelompok menengah dan kaya mulai berbelanja kembali. Chatib juga melihat sejauh ini pengeluaran negara untuk bantuan sosial cukup efektif mendongkrak perekonomian.

“Itu realisasinya memang sudah 82 persen dari total 100 persen, jadi yang paling efektif memang adalah realisasi budget untuk bantuan sosial, BLT, PKH, sembako relatif di bawah, tapi transfer BLT sangat efektif,” tambah Chatib.

Kebijakan ini tersebut telah membuat konsumsi yang sempat minus 5,5% menjadi minus 4%. Chatib menambahkan, pertumbunan ekonomi kuartal keempat 2020 diperkirakan mendekati nol, setelah kontraksi pada kuartal kedua dan ketiga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Pemerintah Guyur Diskon...
Pemerintah Guyur Diskon Transportasi saat Libur Sekolah: Bisa jadi Penggerak Kelas Menengah
Belanja Akhir Pekan...
Belanja Akhir Pekan Lebih Hemat, BRI Hadirkan Promo Diskon Rp100.000 di Tokopedia
Ada Perang Diskon hingga...
Ada Perang Diskon hingga 80 Persen di Jakarta Premium Outlets, Hanya 10 Hari!
Bank Mandiri Salurkan...
Bank Mandiri Salurkan 2.529 Hewan Kurban ke ratusan titik di seluruh Indonesia
Festival Jakarta Great...
Festival Jakarta Great Sale 2026 Hadirkan Cerita Belanja Menuju 5 Abad Jakarta
Rekomendasi
Timnas Indonesia dan...
Timnas Indonesia dan Oman Tiba, Lautan Suporter Padati Stadion GBK
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
Mengejutkan! Warga Negara...
Mengejutkan! Warga Negara NATO Ini Banyak Ikut Perang Bela Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved