Sandiaga Uno: Saat Ini Pangan Adalah Internet yang Baru

Kamis, 03 Desember 2020 - 15:00 WIB
loading...
Sandiaga Uno: Saat Ini...
Sektor pertanian pangan dinilai menjadi industri utama yang sangat dibutuhkan di masa pandemi saat ini. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pertanian tercatat menjadi industri utama di tahun 2018, dimana investasi di bidang ini meningkat lebih dari 40% menjadi sekitar USD17 miliar. Kenaikan ini terbilang mengejutkan dari hanya sekitar USD2 miliar di tahun 2013.

Lonjakan itu memancing investor besar seperti Soft Banks, Google, Temasek, dan pendanaan besar lainnya untuk mulai berpartisipasi dalam ledakan investasi pertanian. Pendiri Inotek Foundation & Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan (STSP) Sandiaga Uno mengatakan, Indonesia saat ini merupakan bagian dari revolusi ini. Hal ini ditandai dengan kemunculan berbagai usaha rintisan (start-up) pertanian.

(Baca Juga: Airlangga: Sektor Pertanian Jadi Juru Selamat Ekonomi RI)

"Di masa pandemi ini food is the new internet. Makanan merupakan kata kunci saat ini. Pandemi Covid-19 bukan hanya mengenai krisis kesehatan, melainkan ancaman multi-dimensi dalam hal stabilitas persediaan makanan," ujar Sandiaga dalam webinar di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Meningkatnya pengangguran memunculkan kolerasi antara pendapatan dan dan kemampuan untuk membeli makanan. Di sisi lain, teknologi di bidang pertanian menurutnya dapat menciptakan lapangan kerja. Dengan begitu, Indonesia memiliki peluang untuk mengisi kesenjangan defisit sekaligus mencegah krisis pangan.

"Karena itu kita harus fokus terhadap pertumbuhan ketahanan pangan dalam negeri, dari tingkat terbesar hingga desa. Saya optimis bahwa bangsa kita dapat melipatgandakan kapasitas produksi pangan lokal dengan intervensi teknologi dan tidak hanya dalam hal pupuk atau pembibitan tetapi lebih juga bagaimana kita menciptakan efisiensi," kata Sandiaga.

Adapun sekitar 65% dari petani di Indonesia berada di umur lebih dari 50 tahun. Namun yang menjadi masalah utama adalah bagaimana mereka dapat mengadopsi teknologi ini.

(Baca Juga: Penyuluh Pertanian harus Aktif Input dan Update Data Petani)

"Menurut saya, mereka semua sangat ingin mengadopsi teknologi, hanya saja belum tersedia bagi mereka karena mereka lebih dilihat dan diperlakukan sebagai objek, bukan sebagai subjek. Subjek yang dilihat sebagai orang yang menerima produk tanpa adanya pelatihan yang tepat, tanpa pendampingan, dan tanpa kesinambungan program," ujar dia.

Sandiaga mengatakan, pemerintah seharusnya lebih fokus terhadap hal ini. Selain itu, lanjut dia, peran milenial yang dikenal melek teknologi, sangat dibutuhkan di sini. "Dengan adanya hal tersebut, maka saya pikir dapat memaksimalkan hidupnya agritek di Indonesia," tuturnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Hasil Lawatan dari Prancis,...
Hasil Lawatan dari Prancis, Prabowo Bawa Oleh-oleh Kerja Sama Rp61,25 Triliun
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Program Desa EMAS Sandi...
Program Desa EMAS Sandi Uno Ekspor Kopi ke Malaysia
Panen Perdana Edamame,...
Panen Perdana Edamame, Sandi Uno: Langkah Awal Penguatan Ekonomi Desa
Rekomendasi
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved