Mandiri Syariah Kucurkan Pembiayaan Sindikasi Rp1,2 Triliun untuk PLN
Minggu, 06 Desember 2020 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Dalam hal menciptakan ketersediaan listrik, terdapat kesamaan visi yaitu memberikan akses kelistrikan kepada masyarakat yang diharapkan akan memberikan manfaat yang lebih besar sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan mewujudkan pemerataan nasional. Selain itu, terdapat kesamaan visi antara Mandiri Syariah dan PLN dalam dalam menjaga keseimbangan dan keberlangsungan lingkungan.
Sebagai perusahaan penyedia listrik negara, PLN aktif melakukan pengembangan energi terbarukan dalam hal pengoperasian pembangkit listrik ramah lingkungan.
(Baca juga: Baru Diluncurkan Mobil Listrik Buatan India Bikin Kontroversi )
Hal ini sejalan dengan maqhosid syariah yang diusung oleh Mandiri Syariah dimana dalam menjalankan bisnis, Mandiri Syariah mengutamakan harmonisasi sustainability finance antara profit, people dan planet.
“Semoga sinergi antara Mandiri Syariah dan PLN dalam mengembangkan kehandalan pembangunan infrastruktur kelistrikan ini bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan dan lebih besar untuk masyarakat Indonesia. Serta menjadi kontribusi kedua belah pihak dalam menggerakan roda perekonomian nasional terutama pada masa pandemi seperti saat ini," kata Yandi.
Sebagai perusahaan penyedia listrik negara, PLN aktif melakukan pengembangan energi terbarukan dalam hal pengoperasian pembangkit listrik ramah lingkungan.
(Baca juga: Baru Diluncurkan Mobil Listrik Buatan India Bikin Kontroversi )
Hal ini sejalan dengan maqhosid syariah yang diusung oleh Mandiri Syariah dimana dalam menjalankan bisnis, Mandiri Syariah mengutamakan harmonisasi sustainability finance antara profit, people dan planet.
“Semoga sinergi antara Mandiri Syariah dan PLN dalam mengembangkan kehandalan pembangunan infrastruktur kelistrikan ini bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan dan lebih besar untuk masyarakat Indonesia. Serta menjadi kontribusi kedua belah pihak dalam menggerakan roda perekonomian nasional terutama pada masa pandemi seperti saat ini," kata Yandi.
(ind)
Lihat Juga :