Vaksin dan UU Ciptaker Jadi Game Changer Ekonomi Nasional 2021
Senin, 07 Desember 2020 - 05:01 WIB
loading...
Sejumlah petugas menurunkan kontainer berisi vaksin Covid-19 dari pesawat, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/12/2020). Foto/Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) , Shinta Kamdani menyebut bahwa pengendalian pandemi Covid-19 masih akan menjadi instrumen dan faktor terpenting untuk meningkatkan kinerja ekonomi nasional sepanjang 2021.
Jika hal tersebut tidak dilakukan dengan maksimal, maka kepercayaan akan konsumsi masyarakat dan industri untuk melakukan normalisasi tidak akan membaik secara signifikan bila pengendalian covid secara nasional buruk.
"Karena kegiatan usaha produktif akan terus tertahan oleh protokol kesehatan pandemi dan kemungkinan pengetatan kembali PSBB," ujar Shinta saat dihubungi MNC Portal, Minggu (6/12/2020).
(Baca juga: Kasus COVID-19 Meningkat Tajam, Pengamat: Anggaran Triliunan Kemana )
Dari sisi investasi, Shinta menuturkan, akan sulit mendatangkan investasi jika pandemi terus menerus tidak terkendali karena kepercayaan pelaku usaha asing terhadap iklim usaha dan investasi nasional akan terus lemah. Sebab, iklim usaha Indonesia sangat tergantung pada pemulihan kepercayaan konsumsi pasar domestik.
Jika hal tersebut tidak dilakukan dengan maksimal, maka kepercayaan akan konsumsi masyarakat dan industri untuk melakukan normalisasi tidak akan membaik secara signifikan bila pengendalian covid secara nasional buruk.
"Karena kegiatan usaha produktif akan terus tertahan oleh protokol kesehatan pandemi dan kemungkinan pengetatan kembali PSBB," ujar Shinta saat dihubungi MNC Portal, Minggu (6/12/2020).
(Baca juga: Kasus COVID-19 Meningkat Tajam, Pengamat: Anggaran Triliunan Kemana )
Dari sisi investasi, Shinta menuturkan, akan sulit mendatangkan investasi jika pandemi terus menerus tidak terkendali karena kepercayaan pelaku usaha asing terhadap iklim usaha dan investasi nasional akan terus lemah. Sebab, iklim usaha Indonesia sangat tergantung pada pemulihan kepercayaan konsumsi pasar domestik.
Lihat Juga :