Vaksinasi Diyakini Signifikan Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Senin, 07 Desember 2020 - 08:46 WIB
loading...
A
A
A
"Kuncinya dari konsumsi dan utilitas kapasitas produksi. Dan saat ini likuiditas perbankan sangat tinggi karena adanya pre-cautionary saving. Sehingga pertumbuhan bisa melesat ke atas 5% bahkan hingga ke 6% tahun depan tanpa naiknya pertumbuhan investasi," tambahnya.
Lebih lanjut dia juga mengingatkan vaksin akan semakin memperbesar dampak positif stimulus fiskal yang dilakukan pemerintah. Oleh karena itu pemerintah harus berkomitmen tetap melakukan stimulus ekonomi dan dananya tidak mengendap di BPD. Sementara Bank Indonesia tetap melakukan injeksi likuiditas atau quantitative easing (QE) di perbankan.
"Ekonomi kita bahkan bisa tumbuh 6% walaupun pertumbuhan kredit nol. Karena hutang pemerintah untuk stimulus fiskal itu setara dengan kredit konsumsi. Dengan adanya vaksin maka elastisitasnya jauh lebih besar," jelasnya.
Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengharapkan vaksin Covid-19 ini bisa menekan penularan dan angka kematian masyarakat. Pemerintah memilih vaksin Sinovac yang mengikuti standar WHO.
"Kita beli sesuai standar WHO yang sudah melalui uji klinis kita terbuka dengan MUI dan BPOM karena keamanan rakyat Indonesia adalah utama," ujar Erick belum lama ini.
Lebih lanjut dia juga mengingatkan vaksin akan semakin memperbesar dampak positif stimulus fiskal yang dilakukan pemerintah. Oleh karena itu pemerintah harus berkomitmen tetap melakukan stimulus ekonomi dan dananya tidak mengendap di BPD. Sementara Bank Indonesia tetap melakukan injeksi likuiditas atau quantitative easing (QE) di perbankan.
"Ekonomi kita bahkan bisa tumbuh 6% walaupun pertumbuhan kredit nol. Karena hutang pemerintah untuk stimulus fiskal itu setara dengan kredit konsumsi. Dengan adanya vaksin maka elastisitasnya jauh lebih besar," jelasnya.
Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengharapkan vaksin Covid-19 ini bisa menekan penularan dan angka kematian masyarakat. Pemerintah memilih vaksin Sinovac yang mengikuti standar WHO.
"Kita beli sesuai standar WHO yang sudah melalui uji klinis kita terbuka dengan MUI dan BPOM karena keamanan rakyat Indonesia adalah utama," ujar Erick belum lama ini.
Lihat Juga :