Belum Pastikan Soal Ekspor Lobster, Tapi SYL Tegaskan Tidak Ada Lagi Korupsi

Senin, 07 Desember 2020 - 12:42 WIB
loading...
Belum Pastikan Soal...
Menteri Kelautan dan Perikanan ad Interim Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan tanggapan terkait evaluasi ekspor benih lobster di KKP, Jakarta, Senin (7/12/2020). Foto/Michelle Natalia
A A A
JAKARTA - Penyelundupan benih lobster kembali terjadi pada hari Minggu (6/12) lalu. Sebanyak 42.500 benih bening lobster diselundupkan dari Batam untuk dikirimkan ke Singapura dengan tujuan akhir Vietnam.

Menteri Kelautan dan Perikanan ad Interim Syahrul Yasin Limpo (SYL) pun memberikan tanggapannya terkait sikap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) .

(Baca Juga: Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Ilegal di KM Kelud)

"Semua ada aturannya, saya selama di sini memimpin, semua ada target, semua ada SOP. Tidak boleh ada korupsi dan lain-lain," cetus SYL di Jakarta, Senin (7/12/2020).

Namun, SYL belum mau menanggapi mengenai kelanjutan ekspor benih bening lobster ke depan. Sebaliknya, dia hanya menekankan agar sikap jujur di lapangan ditegakkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Saya nggak jawab (soal evaluasi ekspor benur) karena saya belum sampai ke sana. Yang ada adalah semua harus sesuai aturan, tidak boleh keluar dari SOP, don't ever go against the law," tegasnya.

Dia mengatakan, semua proses harus sesuai dengan target yang ada. Keluar dari target menjadi persoalan karena target itu sudah disepakati dalam program. "Dan terakhir tentu saja tidak boleh berkonotasi macam-macam. Kira-kira begitu," tambahnya.

(Baca Juga: Susi Pudjiastuti Bukan Mahadewi Soal Larangan Ekspor Benih Lobster)

Dia juga menyampaikan bahwa dirinya belum akan menjawab soal masalah teknis seputar KKP. "Saya tidak boleh menjawab teknis karena saya baru beberapa hari di sini. Saya akan sama-sama mengawasi yang ada," pungkas SYL.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Gandeng Interpol, Bea...
Gandeng Interpol, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Limbah dan Satwa Ilegal Senilai Rp3,2 Miliar
Mentan Amran Geram,...
Mentan Amran Geram, 133,5 Ton Bawang Bombay Berpenyakit Diselundupkan ke RI
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Rekomendasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Tahun 2023, Tidak Ada...
Tahun 2023, Tidak Ada Lagi Tenaga Honorer di Instansi Pemerintah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved