Kehalalan 1,2 Juta Vaksin Sinovac yang Mendarat di Indonesia Masih Nunggu MUI
Senin, 07 Desember 2020 - 18:59 WIB
loading...
Terkait kehalalan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech, China, yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, pemerintah masih menunggu fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Terkait kehalalan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech , perusahaan biofarmasi asal China, yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menerangkan, pemerintah menunggu fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait aspek kehalalan vaksin tersebut.
"Terkait kehalalan, saat ini masih dalam proses oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk fatwa halal," ujar Terawan dalam video virtual, Senin (7/12/2020).
(Baca Juga: APBN Dipastikan Tidak Akan Biayai Full Vaksinasi, Bakal Ada yang Bayar Sendiri )
Setelah program vaksinasi dapat dimulai, tambah Menteri Terawan, 1,2 juta vaksin yang telah tiba di tanah air akan didistribusikan kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan di 7 provinsi di Pulau Jawa dan Bali.
"Selanjutnya, seiring dengan kedatangan vaksin, sasaran vaksinasi akan diperluas ke tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang di 27 provinsi di luar Pulau Jawadan Bali menggunakan 1,8 juta dosis dalam kemasan produk jadi yang direncanakan akan tiba di Januari mendatang," imbuhnya.
"Terkait kehalalan, saat ini masih dalam proses oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk fatwa halal," ujar Terawan dalam video virtual, Senin (7/12/2020).
(Baca Juga: APBN Dipastikan Tidak Akan Biayai Full Vaksinasi, Bakal Ada yang Bayar Sendiri )
Setelah program vaksinasi dapat dimulai, tambah Menteri Terawan, 1,2 juta vaksin yang telah tiba di tanah air akan didistribusikan kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan di 7 provinsi di Pulau Jawa dan Bali.
"Selanjutnya, seiring dengan kedatangan vaksin, sasaran vaksinasi akan diperluas ke tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang di 27 provinsi di luar Pulau Jawadan Bali menggunakan 1,8 juta dosis dalam kemasan produk jadi yang direncanakan akan tiba di Januari mendatang," imbuhnya.
Lihat Juga :